Elite Politikus Diminta Tunjukan Sikap Kenegarawanan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,JAKARTA-– Ketua Komisi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Azrul Tanjung berharap agar elite-elite politik di Indonesia mengedepankan sikap kenegarawanan. Sekaligus menghentikan rivalitas politik, karena pemilu telah berkahir.

“Pemilu 2019 berlangsung aman. Itu yang harus kita syukuri. Tunjukan sikap kenegarawanan. Yang menang pileg atau pilpres, jalankan amanah dengan rendah hati. Tidak takabur. Bagi yang kalah, ikhlas,” kata Azrul Tanjung di Jakarta, Rabu (8/5).

Menurut Azrul, masyarakat sudah cukup lelah diseret dalam rivalitas politik selama berbulan-bulan. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, pilihan politik membuat masyarakat terbelah.

“Karena itu momen yang paling tepat untuk mengakhiri rentetan itu adalah sekarang. Pemilu 2019 berakhir pas Ramadan. Artinya, sudahi rivalitas, kita semua fokus ibadah,” kata Azrul.

Dalam situasi ini, lanjut Azrul, peran ulama justru sangat fundamental. Sebab, merekalah yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat untuk tetap menjaga dan mempererat silaturahmi.

“Pemilu ini kan kontestasi yang sifatnya berlangsung setiap lima tahun sekali. Sementara status kita sebagai warga bangsa Indonesia akan tetap kita bawa sampai mati,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang mengimbau bahwa ulama seharusnya merekatkan dan mempersatukan masyarakat.

“Jika ada kecurangan, selesaikan secara konstitusional. Tapi juga masyarakat perlu direkatkan dan dirajut, dan di situlah tugas ulama,” kata Haedar seusai tablig akbar menjelang Ramadan di Masjid AR Fachruddin, Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Kamis (2/5).

Hal senada diungkapkan Imam Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar. Ulama kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, tersebut mengatakan, ulama sejati tidak akan terjebak pada hujat menghujat.

“Kalaupun ada persoalan, mereka akan langsung menegur dengan menggunakan cara-cara yang baik,” kata Nasaruddin Umar. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment