KPU Persilakan Usut Kematian Ratusan Petugas KPPS

Rabu, 8 Mei 2019 - 09:08 WIB
Hasil penghitungan suara sementara untuk Presiden dan Wakil Presiden di tiga TPS dan Pos yang dilakukan PPLN London pasangan 01 memperoleh 2.966 suara (73,82%), sedangkan pasangan 02 hanya memperoleh 942 suara (23,14%). Surat suara yang dinyatakan tidak sah berjumlah 110 (2,73%). (ist)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak keberatan atas wacana pembentukan tim investigasi, untuk menguak tabir tentang ratusan petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia selama gelaran Pemilu serentak 2019.

“Silakan dibuat kalau memang dipandang perlu, siapa yang buat, silakan buat,” kata Komisioner KPU, Ilham Saputra ditemui di Jakarta, Selasa (7/5) ini.

Hanya saja, Ilham kurang sreg jika wacana pembentukan tim investigasi disertai dengan keinginan autopsi petugas KPPS yang meninggal dunia. KPU, kata dia, menghormati keluarga dari petugas KPPS yang meninggal dunia.

“Kami menghargai perasaan keluarga. Kalau saya begitu lihatnya. Tolong hormati kerja teman-teman yang sudah maksimal,” ucap dia.

Prinsipnya, ucap Ilham, KPU menghormati kerja petugas KPPS di lapangan. Terutama kepada petugas KPPS yang meninggal dunia.

Sebab, mereka telah bekerja keras menuntaskan tanggung jawabnya tanpa mengenal lelah. Para petugas KPPS terus bekerja hingga melewati batas kemampuan fisik.

“Orang-orang itu adalah yang bekerja benar-benar fight, penuh integritas, ya. Jadi mereka datang kemudian ada perasaan yang belum selesai, mereka kembali lagi dan memastikan, oke, tanpa istirahat, makan,” pungkas dia.

Baca: Gerindra: Mungkin Wiranto Masih Terjangkit Virus Orde Baru

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fahri Hamzah menggulirkan wacana membentuk tim investigasi untuk mengusut kabar tentang ratusan petugas KPPS meninggal dunia selama proses Pemilu 2019.

“Jangan dibiarkan ini jadi spekulasi, sebaiknya KPU terbuka. Nanti saya mengusulkan karena mulai hari Rabu nanti masa sidang pertama dimulai, Komisi II sebaiknya mendukung dibentuknya tim investigasi khususnya kepada nyawa,” ucap Fahri di Jakarta, Senin (6/5). (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.