Manfaatkan Reses, Politisi Demokrat Ini Sembangi Lima Kabupaten di Jatim

Rabu, 8 Mei 2019 - 16:32 WIB

FAJAR.CO.ID, JATIM – Anggota DPR-RI Fraksi Partai Demokrat, Sartono benar-benar memanfaatkan massa reses untuk bertemu langsung dengan konstituennya di daerah pemilihan VII Jawa Timur.

Tak tanggung-tanggung, politisi yang sudah dipastikan kembali terpilih pada Pemilu 2019 ini menyambangi lima kabupten, yakni Kabupaten Ngawi, Magetan, Trenggalek, Ponorogo dan berahir di Kabupaten Pacitan sejak 1 sampai 9 Mei 2019.

Dalam pertemuan itu, Sartono mengajak konstituen untuk bersama-sama membangun masyarakat yang yang sejahtera, berkeadilan dan berperadaban melalu kampanye demokrasi, serta pendampingan dan pendidikan dengan konsentrasi pada upaya kesadaran bernegara bagi semua warga.

“Masyarakat yang dikehendaki adalah masyarakat yang memiliki integritas, mereka bukan lagi massa yang berkerumun, tetapi menjadi warga negara yang mengetahui apa hak dan kewajiban mereka, baik sebagai individu maupan sebagai kolektif. Sehingga tercipta keteraturan sosial, partisipasi yang elegan, sikap yang santun, masyarakat yang sejahtera, keadaan ekonomi yang mapan, saling bahu-membahu sehingga melahirkan masyarakat yang bertamaddun, yaitu sebuah masyarakat sipil yang berkehendak bebas dan dengan penuh kesadaran mereposisi diri menjadi elemen bangsa yang tangguh dan mandiri,” kata Sartono dalam pesan tertulisnya, Rabu (8/5).

“Kesejahteraan, kemandirian, ketangguhan dan kesahajaan serta kebersamaan sebagai warga negara-bangsa inilah yang akan didorong untuk bertransformasi ke tatanan negara yang lebih luas, sehingga keadaban demokrasi terwujud, dan transisi bisa kita lewati dengan mudah dan tidak mengecewakan pilar elemen bangsa manapun,” sambungnya.

Dijelaskan Sartono, tujuan utama konstituen dulur dhewe sendiri adalah untuk melakukan capacity building pada semua elemen, terkhusus kepada stake holders dalam rangka lahirnya kebijakan-kebijakan yang berkualitas.

“Empowerment bisa bermakna membangun masyarakat dari bawah, yakni membentuk kelompok-kelompok masyarakat yang diberdayakan, serta mendorong kesadaran elit untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang pro kepentingan rakyat. Ada partisipasi dari bawah dan apresiasi dari atas, sehingga kesejahteraan rakyat bisa terwuju” tutup Sartono. (RGR/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.