Pertama dalam Sejarah, Golkar Terdepak dari Ketua

Rabu, 8 Mei 2019 - 14:30 WIB
Perebutan kursi DPRD Kota Makassar.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Nasdem dan Demokrat berpeluang besar menggeser Golkar. Jika terjadi, inilah sejarah pertama Beringin takluk dalam perebutan Ketua DPRD Makassar.

Berdasarkan rekap sementara, Partai Nasdem dan Demokrat memimpin perolehan suara dan kursi legislator Makassar. Bahkan, Ketua DPRD Makassar, Farouk M Betta, terpental dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Itu berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat kecamatan yang telah komplet diperoleh KPU Makassar. Aru, sapaan Farouk M Betta, maju di daerah pemilihan (Dapil) I Makassar, meliputi Kecamatan Rappocini, Makassar, dan Ujung Pandang.

Pada Pileg 2019, Aru dipastikan tak lolos setelah pendatang baru, Apiaty Amin Syam mengantongi suara terbanyak di Golkar. Istri mantan Gubernur Sulsel Amin Syam itu meraup 4.379 suara.

Selisih suara antara Aru dan Apiaty terpaut 526 suara. Aru memperoleh 3.853 suara. Di Dapil I, Partai Golkar hanya memperoleh satu kursi.

Terkait perolehan suara dan kursi Golkar di Dapil I Makassar, Aru yang juga ketua DPD II Partai Golkar Makassar, enggan berspekulasi. “Kita lihat nanti setelah KPU putuskan,” ujar ketua DPRD Makassar itu, kemarin.

Aru mengkritik pemilu 2019 yang dinilainya berdasarkan jumlah. “Sebagian masyarakat sekarang tidak melihat dari segi kualitas ataupun track record,” katanya.

Ia berharap, masyarakat ke depan tidak menyesal atas pilihannya untuk lima tahun nanti. “Faktanya sekarang, yang banyak dipilih adalah siapa paling banyak jumlahnya. Jadi, kalau jumlah kecil yah tahu diri saja,” katanya.

Tak Berniat

Apiaty Amin Syam mengatakan dirinya hanya bisa bersyukur dengan perolehan suaranya yang maksimal. Dia mengaku sama sekali tak pernah terpikir untuk maju di DPRD Makassar harus melengserkan orang lain.

“Saya tidak berniat mengalahkan siapa-siapa, hanya bersyukur dapat suara banyak dan bisa duduk,” kata Apiaty.

Terkait kemenangannya, dia menyebut hal biasa saja. “Biasa ji gang.” Cuma memang, kata dia, perlu ada trik khusus. Agar tidak salah strategi.

“Punya trik dan kiat masing-masing. Mau ki dapat suara, orang mau duduk, pasti kita punya planning yang matang. Perencanaan yang jelas, bagaimana modal yang harus kita gunakan. Artinya siapa sasaran kita harus dipilah-pilah, bahwa sasaran itu tidak cocok. Artinya saya tahu respons atau tidak respon. Itu saya pelajari supaya saya tahu mana yang respons mana yang tidak,” katanya.

Strategi itu, kata dia, untuk menghemat sumber daya. Karena jika asal-asalan, bisa rugi semua. “Untuk bisa menghemat tenaga, sumber daya. Tidak boleh karonjo-karonjo atau kajili-kajili karena saking maunya dapat suara dengan cara yang tidak benar,” katanya.

Dia mengaku memang lebih banyak porsir sumber daya untuk menggarap Kecamatan Rappocini dibanding Makassar dan Ujungpandang.

“Karena saya sudah pelajari tidak perlu terlalu mengejar di dua lain itu (Makassar dan Ujungpandang) bahwa tidak mungkin dapat banyak di situ,” katanya.

Dia sengaja mencari lokasi yang memang bisa menghasilkan suara maksimal. Rappocini merupakan salah satu kecamatan yang sangat besar DPT-nya. Dan saya tidak mau seperti orang melakukan seenaknya, karena orang lain juga butuh,” jelasnya.

Selain Aru, petahana yang tumbang di Dapil I Makassar adalah M Munir N Mangkana (PDIP) serta Andi Amirullah Jaya (Hanura).

Dari rekapitulasi suara partai di Dapil I Makassar, Partai Nasdem mendapatkan 21.864 suara, Golkar 14.488 suara, PDIP 13.724 suara, Demokrat 12.995 suara, serta Gerindra 10.897 suara.

Partai lainnya, seperti PAN 10.449 suara, Hanura 8.920 suara, PPP 8.494 suara, PKS 7.291 suara, PKB 5.727 suara, Perindo 4.279 suara, PSI 3.204 suara, PBB 3.047, Berkarya 2.678 suara, PKPI 1.062, serta Partai Garuda 609 suara

Hasil Rekapitulasi Sementara

Belum Rampung

Rekapitulasi suara Pileg Makassar tingkat kecamatan masing terus berlangsung hingga malam tadi. Masih ada lima kecamatan belum merampungkan penghitungan suara.

Penghitungan suara di sembilan kecamatan dari 15 kecamatan di Kota Makassar, Partai Nasdem sudah unggul dari perolehan suara. Nasdem sudah mengantongi 40884 suara.

PDIP menyusul dengan 29.281 suara dan Demokrat 28.433 suara. Selanjutnya, Gerindra meraih 26.423 suara dan Golkar 25.796 suara.

Dari data ini, sudah terbaca potensi perolehan kursi partai tiap daerah pemilihan. Seperti Dapil I, kursi terbagi rata ke sembilan partai. Tak ada partai mendapat bonus kursi.

Sementara di Dapil II yang masih menyisakan rekap Kecamatan Tallo, Partai Demokrat berpotensi mendapat dua kursi. Rekapitulasi suara di Dapil V yang meliputi Kecamatan Mamajang, Mariso, dan Tamalate, masih menyisakan penghitungan suara dari Tamalate. Namun, dari dapil ini, tidak ada parpol berpotensi mendapatkan dua kursi.

Dari Dapil III meliputi wilayah Biringkanaya, dan Tamalanrea, Nasdem sudah memastikan mendapat dua kursi. Dapil IV meliputi Panakkukang dan Manggala, masih berlangsung rekapitulasi suaranya di tingkat PPK hingga malam tadi. Di Dapil ini, tak satupun partai mengklaim bisa mendapatkan dua kursi.

Dari perolehan suara dan kursi sementara, Nasdem dan Demokrat berpeluang besar mendapat enam kursi. Sementara Golkar lima kursi dengan sapu rata satu kursi di tiap dapil.

Ketua Bappilu Nasdem Makassar, Mario David sudah memastikan hanya mendapat dua kursi di dapil III. “Kami hanya bisa mengunci enam kursi. Tetapi, peluang (kursi) ketua (DPRD) masih terbuka karena infonya, Demokrat hanya satu kursi di dapil V. Jadi kita masih menang selisih suara kalau seri perolehan kursi,” kata Mario, Selasa 7 Mei.

 

Tetap Optimis

Sekretaris Demokrat Makassar, Abdi Asmara mengatakan pihaknya masih optimistis bisa mengamankan kursi ketua atau mendominasi perolehan kursi dari lima dapil. Dari hitungan internal Demokrat, sudah mengunci enam kursi dari lima dapil.

Demokrat masih berharap mendapat dua kursi di dapil V (Mamajang, Mariso, dan Tamalate) yang belum selesai rekap tingkat kecamatan.

“Kita sudah kunci enam kursi, menunggu dapil V. Setelah kita lihat dari rekap KPU, kita dapat dua kursi di dapil II, dapil I satu kursi, dapil III satu kursi, dan Dapil IV juga satu kursi. Nah, Dapil V ini sangat berpeluang dua 2 kursi. Berarti bisa tujuh kursi,” jelasnya.

Kendati demikian, Abdi mengakui keunggulan perolehan suara Nasdem tiap dapil. Namun, Demokrat unggul dari segi sebaran kursi. “Kalau seri (jumlah kursi sama, red), berarti Nasdem ketua. Tetapi kita optimistis lebih unggul perolehan kursi dengan berharap hasil maksimal di Dapil V,” ujar Ketua Komisi A DPRD Makassar ini.

Beberapa dapil, lanjut Abdi, Demokrat tertinggi suara pribadi calegnya. Seperti di Dapil II, ada Rezki yang meraih suara hingga enam ribu lebih, begitu juga Dapil III. “Nah, Dapil V ada Arifuddin Dg Kulle dengan suara pribadi yang sangat tinggi,” katanya.

Dari data internalnya juga, Nasdem hanya meraih hasil maksimal di Dapil II dengan meraih dua kursi. Namun empat dapil lainnya hanya mampu satu kursi. “Nasdem bisa kunci 6. Dapil III dia dapat dua kursi,” katanya.

Bagi Demokrat, hasil rekap di Dapil V menjadi penentu. Jika bisa meraih dua kursi, maka Demokrat dipastikan menjadi pemilik ketua DPRD Makassar.

Suara Menurun

Sekretaris Partai Golkar Makassar, Abdul Wahab Tahir mengakui tren perolehan suara Golkar Pileg kali ini cenderung menurun. “Iya (agak menurun). Kalau dari perhitungan tidak resmi sementara ini, berdasarkan rekap kecamatan memang ada penurunan, tetapi apakah punya efek terhadap kursi atau tidak, kita tunggu pengumuman KPU,” kata Wahab.

Dia mengimbau seluruh kader tetap tenang. Meski suara menurun, pihaknya masih berharap sebaran suara bisa maksimal.

“Kita menunggu keputusan resmi dari lembaga yang melaksanakan pemilihan. Tetap menunggu, kader tetap harus tenang,” katanya.

Meskipun satu dapil sudah rampung dan Golkar hanya meraih satu kursi di dapil I, dia masih berharap lebih di dapil lain. (*)

REPORTER: SAHRUL ALIM-MUSTAQIM MUSMA
EDITOR: HARIFUDDIN-RIDWAN MARZUKI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.