PPP Serahkan Nasib Menag pada Jokowi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim disebut turut menerima duit pelicin terkait perkara dugaan suap yang melilit bekas Ketua Umum PPP, Romahurmuziy. Karena adanya kasus itu, isu menyeruak Lukman Hakim bakal terkena reshuffle oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Itu kita serahkan sepenuhnya kepada presiden. Partai kewajibannya kalau ada kadernya di kabinet dicopot kemudian diminta oleh presiden untuk siapkan kader lain kami siap,” ujar Arsul di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/5).

Sampai saat ini, Arsul juga mengatakan belum melakukan pembicaraan khusus dengan Lukman Hakim Saifuddin. Kalaupun ada perombakan kabinet PPP, sepenuhnya menyerahkan semuanya kepada Presiden Jokowi.‎

“Sampai sejauh ini tidak (ada komunikasi). Kalau soal posisi di kabinet sepenuhnya urusan Pak Presiden,” ucap Arsul.

Sekadar informasi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari ini memenuhi panggilan KPK. Lukman akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Lukman yang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka bekas Ketua Umum PPP Romahurmuziy berjanji kooperatif menjalani proses hukum di KPK. Dia mempersilakan lembaga antirasuah mengungkap terang kasus ini, termasuk dugaan keterlibatannya.

‎Adapun dalam kasus yang berawal dari OTT KPK, ada tiga orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka. Mereka adalah anggota Komisi XI yang juga eks Ketum PPP Romahurmuziy, Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, serta Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Baca: Terima Rp10 Juta Kasus Romi, Lukman Hakim Enggan Menanggapi

Rommy sapaan akrab Romahurmuziy diduga menerima suap Rp 300 juta dari Muafaq dan Haris agar membantu proses seleksi jabatan keduanya. KPK menduga Rommy bekerja sama dengan pihak internal Kemenag untuk hal itu karena Rommy, yang duduk di Komisi XI DPR, tak punya kewenangan terkait pengisian jabatan di Kemenag.

Selama proses penyidikan, KPK juga sempat menggeledah ruang kerja Menag Lukman. Dari ruangannya itu, KPK menyita duit Rp 180 juta dan USD 30 ribu

Terbaru, nama Lukman termasuk dalam salah satu yang muncul dalam jawaban KPK di persidangan praperadilan yang diajukan Rommy. Lukman disebut menerima uang Rp 10 juta dari Haris Hasanudin. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar