Praktik Penipuan Mobil Murah, Kalla Toyota: Itu Kasus Pribadi

Rabu, 8 Mei 2019 - 21:15 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Manajemen Kalla Toyota mengaku kecolongan atas tindak penipuan yang dilakukan salah satu oknum karyawannya dengan modus tawaran mobil murah merek Toyota di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

West Region General Manager Kalla Toyota Fery Irawan mengatakan praktik menyimpang oknum karyawan itu juga tidak memiliki keterkaitan apapun dengan kegiatan bisnis perusahaan. Bahkan, dia menyebut kasus itu sebenarnya hanya dilakukan secara personal tanpa sepengetahuan manajemen.

“Oknum karyawan kami ini kami ketahui punya bisnis jual beli mobil, itu bisnis pribadi. Dia menjanjikan konsumen harga mobil lebih murah namun tak kunjung dipenuhi. Dari sisi materi, Kalla Toyota tidak ada kerugian hanya saja karena pelaku bekerja di Kalla Toyota jadi dihubung-hubungkan,” kilahnya, Rabu.

Kata dia, pihaknya terus berkordinasi dengan Polsek Sidrap terkait kasus ini. Dari laporan polisi, sudah ada 5 korban melapor dengan taksiran kerugian mencapai Rp2 miliar. Dengan pengakuan pelaku, jumlah korban ada 21 orang.

“Jadi ini tidak ada sangkut pautnya dengan Kalla Toyota. Oknum karyawan ini punya jaringan katanya di Jakarta yang menyuplai mobil. Sebenarnya, di aturan perusahaan, tidak boleh punya merangkap kerja di perusahaan lain apalagi punya bisnis yang sama di sektor otomotif. Ini sama sekali kami tidak tahu,” terangnya.

Human Capital Division Kalla Toyota, Ashar menuturkan oknum karyawan ini sebenarnya punya reputasi buruk. Bahkan sudah beberapa kali mendapat teguran keras. Jarang berkantor dan capaian target penjualannya tak maksimal.

Sebelumnya, Satuan Reserse kriminal (Reskrim) Polres Sidrap sudah menetapkan, Emi Darmin (30) sebagai tersangka.

Tersangka, atas penipuan jual beli kendaraan roda empat dengan iming-iming mobil bekas ditukar dengan mobil baru.“Sudah ada 17 Korban yang sudah melaporkan penipuan ini,”ucap Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Jufri Natsir.

Bila ditaksir, kata Jufri, keuntungan yang sudah dimiliki Emi, hingga kini sudah mencapai Rp5 miliar. Ini belum termasuk korban lainnya yang diduga masih akan bertambah. “Pengakuan tersangka korbannya ada 21 orang,” sambungnya.

Emi sendiri adalah seorang karyawan dari sebuah diler mobil, ternama di Sidrap. Ia diketahui sudah bekerja sejak 2014 silam.(fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.