Sepak Bola Itu Kejam, Bro!

LAGA Chelsea versus Barcelona masih menyisakan beberapa detik lagi. Saat itu, Barca baru saja menyamakan kedudukan lewat gol injury time Andreas Iniesta. Dari tribun penonton, kamera TV menangkap sosok anak laki-laki usia belasan tahun. Sesekali wajahnya menengadah ke papan skor stadion Stamford Bridge.

Air mata bocah itu perlahan mengalir dari sudut matanya saat ia kembali mengalihkan pandangannya ke lapangan untuk menyaksikan perjuangan The Blues. Ia tampak berusaha menggigit bibirnya. Anak itu tak mau air matanya terus tumpah. Namun ia tak tahan. Dia menangis sesunggukan sebelum akhirnya dipeluk ayahnya.

Saat itu 7 Mei 2009, sekitar pukul 04.00 dini hari. Anak tersebut menangis, meratapi tersingkirnya The Blues di semifinal Liga Champions 2009. Meski agregat 1-1, Barca melaju ke final karena keunggulan gol tandang. Sungguh momen yang sangat menyedihkan. Setiap sudut Stamford Bridge berduka melihat Chelsea tersingkir hanya beberapa detik sebelum mendengar peluit akhir berbunyi.

*****

GARY Cahill mengatakan, sepak bola terkadang begitu kejam. Ia mengatakan itu setelah laga Chelsea kontra Bayern Munich di final Piala Super Eropa, Sabtu, 31 Agustus 2013, di Stadion Eden kota Praha Republik Ceko, berakhir.

Hari itu memang begitu menyakitkan bagi Cahill Cs. Sempat unggul 2-1 hingga menit ke-120, Chelsea secara dramatis takluk. Di detik akhir perpanjangan waktu, Javi Martinez menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Lalu, Romelu Lukaku menyempurnakan luka Chelsea lewat kegagalannya mengeksekusi penalti. The Blues kalah 4-5. Trofi yang tadinya sudah di depan mata melayang.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir

Comment

Loading...