Siap Bekerja, Iqbal Suhaeb Diminta Tata Birokrasi

Rabu, 8 Mei 2019 - 13:31 WIB
PJ Walikota Makassar Iqbal Suhaeb

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Iqbal Suhaeb, yang menerima mandat sebagai Pj Wali Kota Makassar siap mengemban amanah ini. Selama proses seleksi, dia memang sudah terbayang akan berhasil menduduki posisi tersebut.

Menurutnya posisi Pj ini memang jabatan yang politik, layaknya kepala daerah. Berbeda dengan struktural. Kabar itupun sudah santer dia dengarkan sehari sebelul Nurdin Abdullah mengambi SK dan rekomendasi pelantikan di Kemendagri.

Dia berterima kasih kepada gubernur lantaran sudah mempercayakan dirinya untuk mengemban posisi ini. Meskipun hingga siang tadi, dia belum mendapat kabar langsung dari gubernur soal posisi barunya itu. Akan tetapi menurutnya, Nurdin tak perlu memberi kabar, itu menjadi tugas sekda.

“Program yang sudah saya paparkan dan target gubernur, tentu harus kami jalankan. Salah satu tugas kita mewujudkan program gubernur di pemerintahan transisi. Termasuk lanjutkan program wali kota yang sekarang,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Semua agenda atau kegiatan strategis pun akan tetap dikomunikasikan dengan gubernur. Termasuk upaya untuk mutasi, yang bisa saja dilakukan di pemerintahannya selama 20 bulan nanti. Akan tetapi ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

Mutasi

Iqbal pun sempat menanggapi proses mutasi terhadap 600 pejabat yang dilakukan oleh wali kota, Senin kemarin. Dia mengingatkan saat ini wali kota memperbanyak silaturahmi.

Mutasi ini pun bisa saja menjadi bias perpecahan. Utamanya mereka yang tak mendapat jabatan. Apalagi jika nantinya ada yang dianggap tak sejalan dengan kebijakannya.

“Tetapi saya kira itu tidak mungkin terjadi. Staf atau bawahan itu harus ikut pimpinan. Jangan sampai ada yang melenceng dari kebijakan pimpinan,” jelasnya.

Beberapa program yang sempat tertunda pun tetap akan dia lanjutkan. Misalnya saja perebutan fasum fasos Jalan metro Tanjung Bunga. Jajaran komisarin yang juga melibatkan perwakilan pemprov dari salah satu staf khusus gubernur (Fahmi), akan mempermudah proses peralihan itu.

Selain itu, program lain adalah petepete smart. Karena sudah mendapat izin Kemenhub, diapun bertekat mengoperasikannya. Hanya saja produksinya akan ditambah, lantaran yang ada saat ini masih berupa contoh unit. Pemkotlah yang menurutnya akan merugi, jika tak lagi mengoperasikan petepete smart.

Diapun tak punya persiapan khusus untuk pelaksanaan pelantikan nanti. PDU hingga atribut PJ semuanya disediakan oleh Pemkot Makassar. Ukurannya sudah ada di sejumlah pusat jahit pakaian tertentu.

Saat menjabat Pj pun dia akan langsung menempati rujab serta menggunakan fasilitas lain. “Ketika ada, kenapa tidak kita gunakan. Jangan sampai kalau tinggal di rumah pribadi terus pakai biaya dinas, akan jadi sorotan nantinya,’ tambahnya.

Sekkot Makassar, Muhammad Ansar bilang, sudah ada penunjukan dirinya sebagai pelaksana harian Wali Kota Makassar dari Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Olehnya itu, pihaknya sementara mempersiapkan segala sesuatunya untuk persiapan pelantikan Pj Wali Kota Makassar.

“Tinggal tunggu SK dari Mendagri untuk pelantikan. Dengar-dengar seminggu ke depan (setelah 8 Mei,red),” akunya.

Respons Legislatif

Ketua DPRD Kota Makassar, Farouk M Betta mengaku merespon baik penunjukan tersebut. Bagi Aru, begitu ia disapa, orang yang menempati sebagai Pj Wali Kota Makassar harus benar-benar menempatkan posisinya sebagai mitra dalam pemerintahan.

“Ke depan yang ditunjuk sebagai Pj Wali Kota benar-benar memperbaiki pemerintah. Menata birokrasi dengan baik,” kata Aru.

Politisi Partai Golkar ini menilai, pemerintahan yang ditinggal paket Moh Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal (DIA) tidak begitu maksimal. “Selama ini hanya untuk kepentingan kekuasaan dan pribadi,” tambahnya lagi. (taq/aci)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.