THN untuk Redam Aksi 9 Mei yang Digagas Kivlan Zen


FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Kepala Kantor Staf Presiden atau KSP, Moeldoko membeber latar belakangi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto membentuk Tim Hukum Nasional (THN).Diketahui, tim itu nantinya bakal menindak para tokoh nasional yang melakukan ujaran kebencian dan hasutan pasca-pemilu 2019.Moeldoko menjelaskan, tim tersebut lebih bersifat internal sebagai sebuah instrumen dari Menkopolhukam untuk melihat, mendengarkan, membaca berbagai isu yang telah berkembang di masyarakat”Bahkan bukan hanya isu, bisa hasutan, ajakan-ajakan yang menuju makar. Untuk itu memang perlu Menkopolhukam mendapatkan perbantuan dari ahli-ahli,” ucap Meoldoko di kantornya, Jakarta pada Selasa (7/5).Pembentukan tim itu menurutnya buah dari pertemuan Wiranto dengan para tokoh yang diajak melihat situasi negara usai Pemilu, apakah perlu penanganan atau tidak. Hasilnya, diputuskan pembentukan tim hukum yang bersifat internal.Tim tersebut akan memberikan masukan kepada Menkopolhukam untuk menentukan pada ranah mana perlu diambil langkah hukum atas satu tindakan. Dari rapat di Kemenkopolhukam juga sudah dibuat gambaran tindakan hukum itu apakah dilakukan Kejaksaan, Polri dan seterusnya.”Itu sebenarnya lebih seperti itu kondisinya, tidak ada upaya pemerintah untuk menghalangi kebebasan demokrasi tidak sama sekali,” tegas mantan Panglima TNI ini.Dia menuturkan, sebuah negara yang memiliki demokrasi yang kuat seperti Indonesia, kalau tidak diimbangi instrumen hukum yang kuat maka ada kecenderungan anarkis.

Komentar

Loading...