TPPU Dana 212, UBN Mangkir dari Panggilan Bareskrim


FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Ustad Bachtiar Nasir (UBN) tidak memenuhi panggilan aparat kepolisian sebagai tersangka. Sehingga Bareskrim Polri akan menjadwalkan ulang untuk pemeriksaan UBN.Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyebut, pihaknya belum menerima keterangan permohonan penundaan pemeriksaan dari Bachtiar Nasir. “Ditunggu sampai jam 12, kalau tidak hadir akan dikirim panggilan kedua. Belum ada konfirmasi dari pengacaranya sampai saat ini.,” kata Dedi di Mabes Polri, Rabu (8/5).Diketahui, UBN akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) yang disalurkan untuk aksi 411 dan 212. Sehingga, karena tidak hadir aparat kepolisian menjadwalkan ulang. “Minggu depan,” singkatnya.Saat dikonfirmasi, Kuasa Hukum Bachtiar Nasir, Nasrullah Nasution menyampaikan kliennya sudah memiliki jadwal lain. “Dikarenakan ustaz sudah memiliki jadwal, kami selaku kuasa hukum menyampaikan penundaan terhadap ustaz Bachtiar Nasir,” tutur Nasrullah.Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) sebagai tersangka. Bachtiar Nasir diduga melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).Wakil Direktur Dittipideksus Bareskrim Polri, Kombes Daniel Tahi Monang membenarkan hal ini. UBN diduga terlibat pengalihan aset Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS). “Ya, sudah (ditetapkan tersangka) kasus YKUS,” kata Daniel saat dikonfirmasi, Selasa (7/5).

KONTEN BERSPONSOR

Komentar