BPK Ingatkan KPK Tidak Berpolitik dan Fokus Berantas Korupsi

Kamis, 9 Mei 2019 - 18:53 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kabar tak sedap kembali terhembus dari internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dimana, ada informasi yang berhembus jika ada kinspirasi di internal KPK yang ingin menyingkirkan penyidik KPK dari sumber Polri.

Menanggapi informasi isu, Barisan Penegak Keadilan (BPK) menggelar demonstrasi di depan gedung KPK pada, Kamis (9/5). Aksi yang dihadiri oleh ratusan orang itu menggunakan masker sebagai simbol menutup mulut dan hidung mereka.

Menurut koordinator Aksi BPK Dhani, penggunaan masker merupakan simbol pihaknya mencium bau tidak sedap dari tubuh KPK. “Jika KPK menyingkirkan penyidik profesional dari sumber Polri maka koruptor akan semakin tepuk dada dan tepuk tangan,” kata Dhani.

Dalam aksi itu, BPK menuntut Pimpinan KPK Agus Rahardjo harus bertindak tegas untuk menindak penghambat kinerja KPK. Dhani juga menuntut agar dikembalikannya marwah KPK dan jangan ikut berpolitik.

Sementara itu Gerakan Bersihkan Komisi Pemberantasan Korupsi (GEBER KPK) yang juga melakukan aksi unjuk rasa mendesak KPK agar berhenti bermain politik praktis.

Koordinator Aksi GEBER KPK Achmad menduga bahwa aktor yang membawa KPK tidak independen lagi adalah Novel Baswedan yang diduga terlibat dalam kepentingan politik pasangan calon Presiden 02.

“Hal ini dibenarkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arif Puyuono yang mengatakan ada ‘orang kita’ di KPK,” kata Achmad.

Achmad juga menegaskan bahwa patut diduga kuat ‘orang kita’ seperti yang dikatakan Arif Puyuono tersebut adalah Novel Baswedan yang diimingi menjadi Jaksa Agung jika Paslon Capres 02 menang.

Melihat kondisi tersebut dan viralnya foto Novel Baswedan berpose salam 2 jari gaya Capres 02, GEBER KPK mendesak KPK agar berhenti bermain politik praktis dan fokus pada upaya pencegahan korupsi.

“Kami juga mendesak KPK agar segera memecat Novel Baswedan,” kata Achmad. (RGR/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.