Bungkam Suara Rakyat, Pemerintah Dinilai Tak Pahami Makna Kekuasaan


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sikap Pemerintan lewat Menteri Polhukam Wiranto yang mengancam memenjarakan masyarakat yang mengkritisi Pemerintah makin memanas. Pasalnya, sikap Wiranto itu dinilai tidak sesuai dengan sistem demokrasi yang digunakan saat ini.Mantan juru bicara Presiden Gusdur, Adhie Massardi menilai, Pemerintah saat ini tidak memahami arti kekuasaan, hingga sikap arogan digunakan untuk memenjarakan rakyatnya yang kritiis.”Inikan sebetulnya lebih pada tidak memahami kekuasan. Kekuasaan itu untuk apa sih, kekuasaan itu dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan, kekuasaan dalam demokrasi itu untuk mempercepat kebijakan yang mensejahterakan rakyat,” kata Adhie Massardi dalam satu diskusi di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (9/5).Adhie Massardi menjelaskan, jika kekuasaan itu digunakan untuk membungkam dan memenjarakan orang, maka sikap itu sangat salah dan sangat otoriter. Padahal, dalam demokrasi itu penguasa harus melindungi rakyatnya.”Kalau pemikiran untuk membungkam dan memenjarakan orang itu tak ada, dan mereka itu menggunakan titah kekuasaan yang salah,” ucapnya.”Masa berpikir saja dilarang, itu masa otoriter yang bermimpi saja bisa dipenjara. Dialam demokrasi, aparat negara itu harus melindungi rakyatnya dalam beraspirasi, bukan membungkam mulut mereka,” tambahnya.Menurut Adhie Massardi, Pemerintah harus memahami betul hakekat dari kekuasaan itu, agar dalam menjalankan tugas di negara yang menjalankan sistem demokrasi ini dengan baik dan tidak semena-mena.”Hakikat kekuasaan saja mereka tidak paham, terus ngapain harus berkuasa, jangan jadikan demokrasi untuk semena-mena,” tutupnya. (RGR/Fajar)

Komentar

Loading...