Demokrat dan Golkar Dukung Seruan Multaqo Ulama

Kamis, 9 Mei 2019 - 10:56 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Partai Demokrat mendukung rekomendasi yang dikeluarkan sejumlah ulama dalam Multaqo Ulama, Habib, dan Cendekiawan Muslim untuk Kemaslahatan Umat di Jakarta Selatan, Jumat (3/5) lalu.

‎Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan, imbauan dari para ulama melalui Multaqo sangat tepat.

“Terkait seruan multaqo silaturahmi selama Ramadan adalah seruan yang baik dan memang kita insan anak bangsa yang dari dulu diajarkan untuk menjadikan silaturahmi sebagai bagian dari kehidupan,” kata Ferdinand, Kamis (8/5).

Ferdinand menyampaikan, Partai Demokrat tentunya selalu mendukung sesuatu yang baik demi persatuan dan kesatuan bangsa. “Secara pribadi sebagai politikus dan kader Partai Demokrat, saya sepakat dan setuju dengan Multaqo Ulama yang menempatkan dan menyatakan bahwa Pancasila adalah dasar negara dan mengajak silaturahmi,” katanya.

Ferdinand menambahkan, sebagai ideologi bangsa, Pancasila tidak boleh diganti, tidak boleh ditukar. Sebab, Pancasila merupakan warisan dari para pendiri republik Indonesia.

“Warisan sejarah bangsa yang merekatkan bangsa ini atas keragamannya. Jadi, kalau itu diganti tentu Indonesia akan bermasalah berantakan, bercerai berai, dan bubar,” ujar Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga itu.

Terpisah, Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily juga mengapresiasi rekomendasi Multaqo Ulama yang mendorong umat Islam belomba-lomba dalam kebaikan. “Saya percaya umat Islam akan lebih mendengarkan seruan para ulama dan habib dalam Multaqo ini,” kata Ace.

Ace mengatakan, tokoh agama memiliki peran penting dalam membangun moral bangsa Indonesia. Mereka mampu mengajak umat untuk berbuat kebaikan daripada melawan hukum.

Baca: Menteri Berurusan KPK Di-reshuffle? Mensesneg: Aduh

“Para ulama ini telah menunjukkan perannya untuk menyerukan kepada suasana kebangsaan dan kenegaraan yang berpijak pada nilai-nilai kebangsaan kita yaitu, Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

Ace juga mengimbau kepada semua pihak agar tidak terpecah-belah karena pemilu 2019, apalagi saat ini memasuki bulan Ramadan. “Umat dan bangsa Indonesia jangan mau dipecah-pecah akibat syahwat politik sekelompok orang yang tidak siap kalah,” katanya. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.