Kasus Desa Bababulo Ditindaklanjuti, Ombudsman: KKN Berawal dari Maladministrasi

Kamis, 9 Mei 2019 - 10:16 WIB
Asisten Ombudsman RI Sulbar, Nirwana Natsir.

Fajar.co.id, Mamuju — Setelah melakukan tindaklanjut, Tim Ombudsman RI Sulawesi Barat akhirnya menutup pengaduan masyarakat terkait dugaan penyimpangan prosedur perekrutan perangkat Desa Bababulo Utara, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene.

Sebelumnya, pengaduan ini disampaikan salah seorang warga yang menduga perekrutan perangkat Desa Bababula Utara tidak sesuai dengan mekanisme karena dalam proses penjaringan tersebut meloloskan peserta yang sudah melebihi batas usia sebagaimana tercantum dalam persyaratan.

Warga yang menginginkan kualitas penjaringan perangkat Desa Bababulo Utara tanpa adanya unsur nepotisme, berharap Tim Ombudsman melakukan klarifikasi kepada pihak terkait atas kejadian ini.

Asisten Ombudsman RI Sulbar, Nirwana Natsir, yang mengampuh laporan tersebut membenarkan hal itu. Dia menjelaskan, pengaduan warga Desa Bababulo Utara telah ditindaklanjuti bahkan Tim Ombudsman sudah menutup laporan ini setelah mendapat tanggapan dari pihak terlapor.

“Laporan itu sudah case close. Kami sudah tutup dan dinyatakan selesai,” terang Nirwana Natsir (09/05/2019).

Nirwana juga menambahkan, setelah penutupan laporan, pihaknya akan melakukan monitoring untuk menilai kepatuhan dan kualitas penyelesaian yang dilakukan oleh Pemerintah Desa di Desa Bababulo Utara.

Nirwana juga berharap, dalam mengambil kebijakan dan mengeksekusi program kerja, semua Pemerintah Desa diharapkan mematuhi aturan dan mekanisme yang ada. Itu agar terhindar dari tindakan maladministrasi. “Karena setiap tindakan KKN selalu berawal dari adanya Maladministrasi,” tutup Nirwana. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.