Misteri dalam Pemilu


Oleh: Saharuddin DamingMeski hasil Pemilu serentak 2019 masih dalam proses perhitungan namun perhelatan politik terakbar kali ini menyimpan sejumlah misteri. Betapa tidak karena sudah 12 kali penyelenggaraan pesta demokrasi tingkat nasional, baru Pemilu kali ini yang meminta tumbal di kalangan penyelenggaranya sendiri sebanyak 474 meninggal dunia, 3.788 mengalami beragam gangguan kesehatan. Angka tersebut belum mencakup korban tewas maupun sakit di kalangan aparat keamanan dan pihak lain  yang ikut mendedikasikan kewenangan /kemampuannya dalam mensukseskan ajang politik tersebut.Sayangnya karena jumlah santunan yang diberikan oleh negara kepada ahli waris sangat tak sebanding dengan pengorbanan mereka, terutama jaminan kelanjutan hidup keluarga yang ditinggalkan. Misterinya lagi karena sejumlah pihak mulai menghembuskan isu racun sebagai dugaan penyebab jatuhnya korban. Jika tudingan ini benar, lalu siapakah yang menjadi dader Intelektual kejahatan tengik ini, apapula maksud dan tujuan akhirnya?. Namun, karena tidak ada satupun alat bukti yang menguatkan tudingan tersebut, maka biarlah isu ini menjadi artefak misteri yang tak perlu digubris.Sebagai langkah pencegahan muncul gagasan untuk merevisi UU No 7 tahun 2017 dengan kembali memisahkan Pileg dengan Pipres yang ditengarai memicu kelelahan penyelenggara dalam proses pencoblosan dan penghitungan di tingkat KPPS. Ada pula usulan penggunaan e-Voting dalam Pemilu berikutnya. Meski terbilang mahal dan rumit bagi pemilih yang masih banyak gaptek, namun sistem e-Voting ekuivalen bahkan mungkin bisa lebih efisien dari pada sistem manual. Hasilnya pun jauh lebih valid dan akurat serta dapat langsung  diketahui secara nasional dalam hitungan menit pascapemungutan suara. Meski demikian, sistem ini masih rentan didelegitimasi oleh pihak yang kalah dengan tuduhan kecurangan dll.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar

Saksikan video berikut: