Regulasi Luput Aturan Promo, Perang Tarif Ojol Harus Disetop


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Perang tarif ojek online yang hingga kini terjadi menurut pengamat harus disetop agar perkembangan industri ride hailing tidak terganggu, sementara itu, dalam Kemenhub 348/2019 tidak mengatur secara spesifik tentang aturan promo yang menjadi salah satu pemicu perang tarif.“Segera setop perang tarif itu. Kembalilah ke harga wajar. Angkot saja kita atur harganya, ada organda, dan ada pemerintah di sana. Jadi tidak boleh subsidi ada lagi subsidi harga lagi,” kaya Syamsuri Rahim, Wakil Dekan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Kamis, (9/5).Jika perang tarif terus dilakukan, akan menyebabkan aksi bakar uang terus berlangsung. Dikhawatirkan, semua usaha transportasi hanya dikuasai oleh segelintir pihak. Pada akhirnya, menurut dia, aksi ini akan dilanjutkan dengan peluang merger dengan perusahaan yang sulit berkembang dan berkompetisi.“Ujung-ujungnya monopoli. Itu cara strategi kuasai pasar. Setelah dikuasai, mereka akan seenaknya. Ini karena pemerintah tidak mengaturnya dengan baik,” kata dia.“Makanya dibutuhkan ketegasan pemerintah sebagai regulator. Seperti pelaku bisnis yang ada di Indonesia. Grab itu kan produk dari luar, ada produk lokal dan produk nasional seperti Gojek kenapa tidak diatur dengan baik,” kata Syamsuri.Menurut dia, dalam perdagangan bebas seperti ini bukan berarti, kebebasan yang kebablasan. Kebebasan yang diharapkan adalah dengan tetap mengedepankan adanya aturan yang ada keberpihakan kepada produk dalam negeri.

Komentar

Loading...