Ssssst! Soppeng Didesak Hitung Ulang, Ada Apa?

Kamis, 9 Mei 2019 - 12:58 WIB
Bawaslu Provinsi Sulsel menerima laporan dugaan penggelembungan suara di Soppeng, Rabu malam, 8 Mei 2019/ist

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Dugaan penggelembungan suara dalam pemilihan legislatif di Soppeng berujung pelaporan ke Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Sulsel. Bawaslu Sulsel menggelar sidang cepat atas laporan ini.

Pelapor Maulana Rozhandy, didampingi saksi Partai Golkar pada rekap provinsi, Harry Syamsuddin, menununjukkan praktik penggelembungan itu terjadi di 8 kecamatan yang ada di Soppeng.

Pola penggelembungan menurut Maulana beragam. Ada dengan mengubah angka perolehan rekap tingkat kelurahan hingga berbeda dengan sertifikat C1 ke formulir. Juga mengubah isi C1 sertifikat sehingga berbeda dengan hasil perhitungan tally atau C1 plano. Pengubahan angka mulai satuan hingga ratusan di TPS.

“Kami menemukan penggelembungan hingga 1000 suara lebih itu meski dengan jumlah data yang sangat terbatas. Andai saja ada akses data yang cukup, kami bisa mengungkap lebih dari itu,” tegas Maulana di hadapan majelis yang dipimpin komisioner Bawaslu Sulsel, Azry Yusuf.

Maulana menegaskan, kalau mau terang benderang, ia mendesak hitung ulang. “Karena merata dan ditengarai massif menguntungkan salah catu calon, yang bisa membuat semuanya terang benderang adalah penghitungan ulang di seluruh Soppeng,” desak Maulana dalam sidang yang turut dihadiri Komisioner KPU Sulsel, Asram Jaya serta komisioner KPU Soppeng. (amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.