40 Tahun Tinggal di Lahan Masjid


Ismail Gaffar tidak lagi harus tinggal di gubuk dengan menumpang lahan masjid. Kini, dia sudah punya rumah layak.Laporan: Muhclis Abduh, MarosPROGRAM Ramadan Rumah Impian (RRI) membuat ia kini punya hunian. Milik sendiri. Ketika diberikan, Ismail Gaffar (47) bersama keluarganya tidak sanggup menahan haru.Setelah nama mereka disebut sebagai penerima bantuan, serentak sekeluarga sujud syukur. Ismail menyeka air mata. Lantas memeluk anak beserta istrinya.Inilah momentum yang mereka nantikan. Setelah selama ini hanya tinggal di sebuah gubuk sederhana, akhirnya bisa tinggal secara layak.”Terima kasih bantuannya. Selama ini saya terus berdoa semoga ada rezeki bisa membangun rumah. Hari ini Allah swt mengabulkan doa saya dan keluarga,” ungkapnya setelah dinyatakan sebagai penerima bantuan rumah Ramadan Rumah Impian yang diselenggarakan kerja sama REI Sulsel dan Harian FAJAR, Kamis, 9 Mei.Sebelumnya Ismail tinggal di sebuah gubuk kecil. Gubuk tersebut sebenarnya sudah mulai dihuni pertama kali orang tua Ismail. Saat itu umur Ismail masih sekitar tujuh tahun. Setelah berkeluarga, orang tua Ismail pindah dan giliran Ismail tinggal bersama istri dan anak-anaknya.Selama 40-an tahun, ia menetap di atas lahan milik Masjid Buq’atu Mobaroqah di Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili, Maros. “Ini gubuk pemberian orang tua. Saya tidak sanggup bangun rumah jadi begini mi kodong,” ungkapnya sembari terus memeluk anak dan istrinya. Kesulitan hidup membuat Ismail Gaffar tidak mampu memenuhi kebutuhan utama untuk memiliki rumah maupun lahan sendiri.

Komentar

Loading...