Arief Minta Demokrat Keluar dari Koalisi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan, Partai Demokrat sebaiknya keluar saja dari Koalisi Adil Makmur. Pernyataan itu muncul lantaran parpol besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu bersikap ‘mencla mencle’.

“Mau mundur dari koalisi saja pake mencla-mencle. Monggo keluar saja,” ujar Arief dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (10/5).

Menurut Arief, selama ini Partai Demorkrat berada dalam koalisi juga tidak ada pengaruhnya. Bahkan adanya Demokrat di dalam koalisi malah menurunkan elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Selama ini enggak ada pengaruhnya juga untuk suara Prabowo-Sandi. Malah justru menurunkan suara,” tegasnya.

Arief juga menduga, sikap Partai Demokrat mencla-mencle karena belum ada jaminan hukum dari Presiden Jokowi ke keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diduga banyak terseret kasus korupsi. Salah satunya korupsi Hambalang.

“Saya yakin Kang Mas Jokowi tidak akan pernah menjamin kalau keluarga SBY enggak akan diproses hukum oleh KPK ya,” tegasnya.

Arief juga menduga, nasib Partai Demokrat akan seperti tokoh Aswatama setelah Perang Bharatayudha. Tidak diterima di mana pun‎. Termasuk nanti tidak diterima oleh koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Nanti juga oleh koalisi parpolnya Ibu Mega akan ditolak masuk koalisi, dan enggak ada yang mau koalisi sama Dmokrat,” tuturnya.

Sementara itu, saat dihubungi JawaPos.com, Kepala Divisi Advoasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean justru mempertanyakan, apakah masih‎ diakui oleh Gerindra sebagai wakil ketua umum.

Bahkan, menurut Ferdinand arief tidak perlu meminta Partai Demokrat keluar dari koalisi. Karena partainya akan bersikap mengenai langkah politik selanjutnya.

“‎Pesan saya tidak perlu berbicara seperti itu, karena Partai Demokrat tentu akan mengambil sikap ketika Pilpres ini usai. Tunggu sikap kami,” tegas Ferdinand.

Menurut Ferdinand, ‎petinggi di Partai Demokrat lebih paham langkah-langkah yang akan diambil untuk keutuhan bangsa ini jika dibandingkan dengan Arief Poyuono.

“Jadi Arief Poyuono tidak usah berkomentar sesuatu yang bermutu. Sebaiknya berjuang saja, bekerja keras memenangkan Prabowo dari pada hanya komentar tak berguna,” katanya.

Ferdinand juga selama ini tidak melihat Arief Puyuono melakukan apa-apa demi kemenangan Prabowo-Sandi. Ini tidak berbanding lurus dengan militasinya Partai Demokrat dalam memenangkan pasangan nomor urut 02 ini.

“Dibandingkan dengan kader-kader Par tai Demokrat, apa yang sudah dilakukan Arief,” pungkasnya. (jpc)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...