Diinterogasi 1 Jam, Pilot Lion Air Langsung Ditahan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA–Insiden pemukulan karyawan Hotel La Lisa oleh Arden Gabriel Sudarto (AGS), pilot Lion Air, bergulir cepat. Setelah resmi berstatus tersangka, penyidik Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya menahannya pada Rabu malam (8/5).

Kemarin (9/5) pilot berusia 29 tahun itu dirilis di Mapolrestabes Surabaya. Namun, tidak sepatah kata pun keluar dari mulut tersangka. Pertanyaan awak media tidak digubris. Sikap yang sama ditunjukkan Kanit Jatanras, Iptu Giadi Nugraha. “Nanti statement langsung dari polda,” ujarnya.

Sumber di internal kepolisian menceritakan, awalnya penyidik menjadwalkan pemeriksaan Gabriel sebagai tersangka pada 16 Mei. Namun, ada informasi Polda Jatim berencana mengambil alih perkara tersebut dan melakukan pemeriksaan pada Jumat (10/5).

Hingga Rabu siang, status Gabriel masih terlapor. Namun, Rabu sore beredar pemberitaan Gabriel sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Akhirnya pimpinan memerintahkan agar itu (berita, Red) diluruskan,” jelas sumber tersebut.

Malamnya, Gabriel dipanggil. Dia tiba di Mapolrestabes Surabaya sekitar pukul 20.00. Sebelum memeriksa, penyidik melakukan tes urine terlebih dulu. Itu dilakukan untuk mengetahui adanya kandungan zat adiktif di dalam tubuhnya. “Hasilnya negatif.”

Selanjutnya, Gabriel diarahkan menuju ruang penyidikan. Dia dicecar sejumlah pertanyaan terkait insiden pemukulan karyawan hotel. Tidak ada satu pun yang dibantah. Dia mengakui semua perbuatannya. Tepat pukul 21.00 Gabriel resmi menyandang status tersangka dan langsung ditahan.

Alat bukti yang dimiliki penyidik sudah mencukupi. Mulai keterangan saksi, korban, rekaman CCTV (close circuit television), hingga hasil visum dan keterangan ahli. Namun, penyidik masih membutuhkan keterangan terlapor untuk menetapkan tersangka.

Kepada penyidik, Gabriel mengaku kesal dengan Rofik. Pemukulan dipicu baju dinas yang tidak disetrika dengan rapi. Padahal, seragam tersebut akan dipakai bertugas. Gabriel yang emosinya tersulut lantas mendatangi Rofik yang berada di belakang meja pelayanan. Tamparan dan pukulan dilayangkan.

Secara terpisah, Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera menyatakan, saat ini berkas perkara masih di Polrestabes Surabaya. Polda hanya memberikan atensi dan asistensi. “Polrestabes itu kan masih bagian dari Polda Jawa Timur. Jadi, sama saja,” tuturnya.

Barung mengatakan, kasus tersebut menjadi perhatian publik dan mendapat atensi pimpinan Polda Jatim. Karena itu, pihaknya mengambil alih kasus tersebut untuk nanti ditangani ditreskrimum.

“Proses ya. Administrasi segala macam masih ada di polrestabes,” tandasnya.

Terkait penahanan, Barung menjelaskan, itu dilakukan untuk mempermudah penyidikan. Selain itu, tersangka dikhawatirkan menghilangkan barang bukti jika tidak ditahan. “Itu alasan subjektif dan objektif penyidik. Jadi, tersangka kami tahan,” ujar perwira dengan tiga melati di pundak itu.

PSI Dapat 1 Fraksi, Tiga Kali Bolos Langsung PAW

Kasus pemukulan tersebut sempat viral di media sosial (medsos) pada 30 April. Dalam video itu terlihat jelas insiden pemukulan. Pukulan pertama dan kedua sebatas tamparan ke wajah. Kemudian, pelaku memukul perut Rofik.

Berselang tiga hari, Rofik membuat laporan di SPKT (sentra pelayanan kepolisian terpadu) Polrestabes Surabaya. Hingga kemarin, sudah tujuh saksi yang diperiksa penyidik. Setelah unsur pidana terpenuhi, Gabriel ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dan pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...