Dinilai Tebang Pilih Kasus, Badai Soroti Kinerja Kejati Sulsel

Jumat, 10 Mei 2019 - 09:26 WIB
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kinerja Kejati Sulsel yang menangani dugaan korupsi di beberapa daerah yang melibatkan kepala daerah, menuai sorotan Barisan Pemuda Indonesia (Badai) Sulsel.
Ketua Badai Sulsel, Andi Pangeran Nasser, menyampaikan, berawal dari agenda pemanggilan Bupati Soppeng, Kaswadi Razak, yang diduga melakukan tindak pidana korupsi ini membuat pihaknya angkat bicara. Lantaran beberapa hari yang lalu, pihaknya menyuarakan kasus dugaan korupsi penyelewengan APBD 2017 senilai Rp39 miliar di Enrekang namun tidak disikapi.
“Itu kami suarakan langsung tepat di depan gerbang Kejati Sulsel. Akan tetapi sampai detik ini belum ada respons pihak kejati,” kata Andi Pangeran, Jumat, 10 Mei 2019.
Mantan Ketua BEM FISIP Unibos ini menyampaikan, pihak Kejati sebenarnya sudah mengantongi bukti kuat terkait kasus tersebut. Kondisi ini membuat mereka para aktivis menilai ada tebang pilih dalam penangan kasus korupsi di Sulsel.
Ketua Bidang Advokasi Hukum dan HAM Badai Sulsel, Reski Sudirman, mempertegas kecurigaan soal praktik tebang pilih kasus tersebut. Pihaknya berharap oknum yang bermain dalam penanganan kasus korupsi di Sulsel mendapat tindakan tegas dari Kejaksaan Agung. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.