J-h-d


Lamat-lamat, saya terkenang dengan selarik bait lagu yang populer di tahun 1960-1970-an “Pangilan Jihad”: Kalam suci menyentuh qalbu berjuang/maju serentak mencapai kemenangan/untuk negara, bangsa dan keadilan/panggilan jihad hidupkan/Allahu Akbar Allahu Akbar Allah Allahu Akbar…. dalam bait lain dinyatakan: majulah serentak genggamkan persatuan/Kalam Tuhan.“Anggitan “jihad” yang digemakan dalam lagu tersebut sangat sejuk, sesuatu yang mulia, dan merupakan grand narrative sebagai Kalam Tuhan. Itu sebab, ketika “jihad” diterjemahkan secara pejoratif oleh para demagog, maka yang terbit kemudian adalah konstruksi yang bermatraliar, distortif dan berpotensi menyuburkan sikap intoleransi yang justru bertentangan secara diametral dengan ide moral Kitab Suci.Dengan begitu, spirit jihâd, tak bisa dipisahkan dan musti ditopang oleh kekuatan-intelektual ijtihâd dan keluhuran-spiritual mujâhadah, karena pada intinya, jihâd, ijtihâd, dan mujâhadah sebagai sebuah kesatuan ontologism memiliki satu tujuan: berkhidmat kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk merawat kemulian kemanusiaan universal. Makna jihad yang terakhir ini, dengan sendirinya senapas dengan misi kebangsaan kita, yang mengandaikan persatuan di dalam kepelbagaian atau bhinneka tunggal ika.(*)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...