SRL Laporkan ke Kejaksaan dan KPK Dugaan Korupsi Proyek Infrasturktur di Sejumlah Daerah di Sulsel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – SRL Institute telah nenenukan indikasi tindak pidana korupsi yang terjadi di Sejumlah daerah di Sulawesi Selatan. Tak main main SRL Instutut langsung melaporkan kasus tersebut ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Berdasarkan keterangan dari Direktur SRL Institute, Andi Firmansyah adapunya kasus dugaan korupsi yang dilaporkan yakni dugaan korupsi Jembatan Bamba Kabupaten Pinrang yang menggunakan dana APBD pada tahun 2011, senilai 2,4 Miliar Rupiah. Jembatan tersebut baru dibangun sudah ambruk, berdasarkan pemeriksaan BPK RI Perwakilan Sulsel Jembatan itu dinyatakan total loss atau Kerugian Total.

Di Kabupaten Barru dan Bulukumba SRL melaporkan dugaan korupsi pembangunan Infrastruktur. Untuk di Kabupaten Barru diantaranya dugaan korupsi peningkatan Jalan beton ruas Siddo – Ceppage, proyek ini dikerjakan oleh PT. Karya Pare Sejahtera yang menelan anggaran Rp.32.249.801.000 tahun 2017,
Peningkatan ruas jalan Bulu Dua – Ampri Lappalaona, tahun 2018 dikerjakan oleh PT Utari Prima sejahtera dengan anggaran 14.750.000.000, proyek peningkatan jalan Lampoko, Hotmix Lampang dan peningkatan Jalan belakang masjid Mangkoso Tahun 2017 dengan nilai Rp. 10.002.755.000. di kerjakan PT. Diego Putra Konstruksi.

Untuk di Kabupaten Bulukumba diantaranya peningkatan struktur atau kapasitas jalan (DAK) paket III tahun 2018 dikerjakan PT. Patriotjaya Pratama dengan anggaran Rp.13.939.000.000, peningkatan struktur atau kapasitas jalan (DAK) paket II tahun 2018, dikerjakan PT. Cahaya Sempang Bulukumba, dengan nilai Rp.19.625.000.000. dan peningkatan struktur atau kapasitas jalan (DAK) paket I tahun 2018, yang dikerjakan PT. Agung Perdana Bulukumba, menelan anggaran sebesar Rp.30.525.000.000.

Selain itu SRL juga telah melaporkan kasus dugaan korupsi infrastruktur yang terjadi di Kabupaten Wajo, Sinjai Bone dan Pangkajenne Kepulauan dan Maros.

“Sejumlah Kasus dugaan korupsi yang terjadi di Daerah sudah saya Laporkan. Ini juga kami laporkan berdasarkan hasil audit dari BPK,” jelas Andi Firmansyah, Jum’at (10/05/2019).

Laporan SRL Institute ini tak hanya sampai di tingkat Kejaksaan, tapi juga telah dilaporkan ke Polda Sulawesi Selatan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Tidak hanya di Kejaksaan, kasus kasus tersebut kami laporkan ke Polda Sulsel dan KPK. Langka ini kami lakukan untuk membersihkan Sulawesi Selatan dari Praktek Korupsi,” tegasnya Andi Firmansyah. (*)

asn

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...