Wakaf Tunai Membawa Kesejahteraan

Jumat, 10 Mei 2019 - 08:20 WIB
Nani Hamdani Amir. (ist)

Oleh: Nani Hamdani Amir (Mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Makassar)

Wakaf tunai berimplementasi meningkatkan kesejahteraan umat untuk mengurangi kesenjangan sosial agar tercipta keadilan dan pemerataan perekonomian. Wakaf tidak hanya berupa benda tidak bergerak melainkan benda bergerak dapat diwakafkan, berupa uang tunai yang dihimpun kemudian dikelola oleh nadzir menjadi produktif.

DI tegah problem sosial masyarakat dan tuntunan kesejahteraan ekonomi akhir-akhir ini, menjadikan eksistensi lembaga wakaf sangat strategis. Wakaf salah satu pilar penyangga bagi tegaknya institusi sosial-keagamaan umat muslim selama berabad-abad. Hal itu dilakukan melalui penyediaan dana dan sarana pendukung bagi kegiatan ritual keagamaan, pendidikan, pengembangan ilmu, seni, dan budaya.

Potensi wakaf yang begitu besar untuk dikembangkan dalam kesejahteraan umat, maka wakaf tidak hanya berupa harta benda saja yang boleh diwakafkan melainkan dalam bentuk uang tunai dapat juga diwakafkan.Wakaf tunai (cash waqf) bukan fenomena baru yang muncul masa sekarang ini. Wakaf berbentuk uang tunai lebih produktif dan strategis untuk pengembangan peningkatan pemberdayaan umat agar dapat membawa kesejahteraan.

Wakaf tunai memiliki nilai manfaat yang fleksibel, karena wakaf uang dari segi jumlah bervariasi sehingga masyarakat yang memiliki dana terbatas dapat memberikan dana wakafnya tanpa menunggu menjadi kaya.Wakaf tunai membuka peluang untuk menciptakan sebuah investasi yang memiliki potensi besar dikembangkan, karena tidak hanya orang kaya saja yang dapat kesempatan berwakaf melainkan semua lapisan masyarakat yang berkelebihan dapat berwakaf sesuai kemampuan mereka.

Dengan hadirnya wakaf tunai berupa uang mayoritas masyarakat dapat berwakaf.Wakaf tunai merupakan dana atau uang dihimpun oleh institusi pengelola wakaf (nadzir), melalui penerbitan sertifikat wakaf tunai yang diberikan oleh masyarakat. Dana wakaf yang dihimpun akan digulirkan dan diinvestasikan oleh nadzir dalam berbagai sektor usaha yang halal dan produktif agar keuntungannya dimanfaatkan untuk umat dan negara.

Model wakaf uang sangat tepat memberikan jawaban yang menjanjikan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan membantu mengatasi krisis ekonomi. Wakaf uang sangat potensial untuk menjadi sumber pendanaan abadi guna untuk membantu masyarakat dalam hal perekonomian dan membantu melepaskan ketergantungan bangsa dari jeratan hutang yang menyebabkan masyarakat menjadi menderita. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2002 memberikan pemahaman kepada umat Islam bahwa wakaf uang dapat menjadi alternatif untuk berwakaf.

Masyarakat memiliki pemahaman tidak hanya wakaf tanah (benda tidak bergerak) yang bisa diwakafkan melainkan wakaf uang tunai (benda bergerak) boleh dilakukan. Wakaf tunai memilki payung hukum secara legal – formal pemerintah pasal 1 UU nomor 4 Tahun 2004 tentang Wakaf tidak bergerak dan wakaf bergerak. Implementasi wakaf tunai memiliki potensi sangat besar dimanfaatkan sebagai pemberdayaan dan kesejahteraan. Wakaf menjadi suatu aset yang memiliki sumbangsih yang besar untuk kesejahteraan umat jangka waktu relatif lama ketika dikelola dengan baik.

Pengelolaan wakaf dengan baik akan membantu meningkatkan taraf kesejahteraan umat terhadap keberlangsungan hidup sehingga kesenjangan sosial perlahan akan memudar.Pengelolaan wakaf tunai yang dikelola oleh seorang nadzir untuk investasi sektor usaha sesuai prinsip-prinsip Islam yang menghasilkan keuntungan, tetapi perlu diingat bahwa pokok dari modal wakaf tidak dapat dikurangi jumlahnya. Selain, sektor usaha wakaf tunai dikembangkan melalui sektor pembiayaan yang diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu dijadikan modal usaha dalam bentuk dana bergulir (qard).

Dana bergulir diberikan untuk modal usaha dalam upaya membantu masyarakat kurang mampu bisa mandiri. Dana modal usaha ini akan menghasilkan keuntungan bagi masyarakat sehingga dapat menopang perekonomiannya. Modal usaha yang diberikan kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman yang dibayarkan setiap bulannya dan hanya membayar pokoknya saja. Hal ini memudahkan masyarakat yang kurang mampu membangun usaha agar dapat keluar dari jeratan kemiskinan berkepanjangan.

Keberhasilan pengelolaan wakaf oleh nadzir tidak semata-mata banyaknya wakaf yang dapat dikelola, melainkan sejauh mana pengelolaan pemberdayaan wakaf akan memberikan nilai tambah bagi pengembangan kegiatan produktif mampu untuk mengatasi masalah sosial yang bersumber dari kesenjangan sosial. Permasalahan kesenjangan sosial ini wakaf hadir menjadi salah satu solusi untuk dapat membatu menuntaskan kemiskinan agar keadilan dan pemerataan itu tercipta.

Sehingga, tidak hanya orang yang memiliki harta kekayaan saja yang merasakan kesejahteraan tetapi orang tidak memiliki kekayaan dapat juga merasakan yang namanya kesejahteraan.Wakaf salah satu cara untuk mensucikan harta kekayaan yang dimiliki dengan menyisihkan sebagian harta yang dimiliki. Wakaf diberikan kepada orang yang membutuhkan sebagaimana telah diajarkan dalam agama Islam bahwa sebagian harta yang dimiliki ada hak orang lain didalamnya. Untuk menghindari kesejangan sosial yang banyak terjadi di masyarakat sekarang dibuat inovasi dalam bentuk wakaf tunai untuk memudahkan masyarakat menyisihkan sebagian harta miliknya untuk di wakafkan.

Wakaf tunai harus dibangun untuk kesejahteraan umat agartercipta keadilan dan pemerataan dalam kehidupan. Hadirnya wakaf tunai sebagai instrumen penopang perekonomian menunjang kesejahteraan sosial dan masyarakat dapat merasakan manfaat dari kekuatan ekonomi secara merata. Meratanya kesejahteraan dalam hal ekonomi, maka jurang pemisah antara kelompok masyarakat yang kaya dan kelompok masyarakat miskin dapat diperkecil. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.