Kantor Perusda Mati Suri, PMII: Bone Butuh Eksekusi, Bukan Hanya Konsep

Sabtu, 11 Mei 2019 - 20:39 WIB

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bone, Sudry, menyoroti kantor Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemkab Bone yang dibangun dan tidak difungsikan.

Menurut Sudry, Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemkab Bone itu yang selalu diposkan anggaran untuk modal usaha, dinilai tidak nampak ada kinerjanya.

Bahkan kata dia, kantor Perusahan Daerah yang berada di JL Soekawati, Kecamatan Tanete Riattang, Bone itu selalu tertutup dan alias mati suri.

““Padahal Tahun 2018 lalu berbagai konsep telah dirancang oleh direkturnya, salah satunya adalah bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) untuk mensejahterahkan rakyat, namun ternyata tidak ada realisasinya,” kata Sudry, Jumat, 10 Mei 2019.

Lanjut aktivis muda itu, mengungkap, bahwa mengingatkan isi gagasan dari program kerjasama antara Perusahaan Daerah Bone dengan BUMDES pada tahun 2018 lalu mempunyai gagasan yang cemerlang namun hal itu tidak dibuktikan.

“Program kerjasama ini merupakan salah satu gagasan cemerlang sebagai daya tarik bagi investor. Seperti contoh, rumput laut bisa diekspor dan beberapa potensi andalan desa, tapi apa,” kritiknya.

Bone, kata dia, butuh eksekusi bukan konsep, konsep dan konsep, kalau seperti ini semua bisa, bila tak sanggup ya sudah bekukan saja. “Daripada tidak ada manfaatnya hanya habiskan anggaran daerah saja, ini lebih mending mampu hemat anggaran dan dapat digunakan untuk sektor yang lain,” tambahnya.

Sudry berharap, semoga ke depan pemerintah daerah memperhatikan Perusda ini agar kemudian mampu berkembang dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi Bone. (bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.