KPU Juga Rekap Penyelenggara Tumbang


Kata Evi, kelelahan dan kecelakaan menjadi faktor utama penyebabnya. Olehnya, KPU RI telah menyiapkan santunan. “Dan itu sudah disetujui oleh Kementerian Keuangan,” tandasnya.Banyaknya petugas penyelenggara pemilu melahirkan sejumlah polemik. Ketua Umum Bulan Sabit Merah (BSMI) Djazuli Ambari, berharap audit medis sangat diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya penyelenggara pemilu. “Ini sangat penting untuk dijadikan pijakan dalam membuat regulasi pemilu nantinya,” ungkapnya.Komisioner DropSejauh ini, tak hanya petugas adhoc alias anggota KPPS yang jatuh sakit. Dua komisioner KPU Sulsel pun demikian.Komisioner KPU Sulsel Bidang Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi dan Hubungan Antar Lembaga, Uslimin, dilarikan ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, Kamis malam, 9 Mei. Saat itu rekapitulasi suara sedang berlangsung.Usle –sapaannya– mendapat tindakan medis di Ruangan Nonbedah saat itu. Hingga akhirnya dokter menyatakan kondisinya mulai membaik, ia pun dipindahkan di ruang perawatan, Palem nomor 12B/14, Jumat, 10 Mei.Selain Usle, Komisinoner KPU Sulsel, Bidang Perencanaan, Keuangan dan Logistik, Syarifuddin Jurdi, juga jatuh sakit lebih dahulu. Ia dirawat selama empat hari di RS Bhayangkara.”Alhamdulillah sudah baikan, sudah keluar dan kembali beraktivitas seperti biasanya,” kata Syarifuddin Jurdi, kemarin.Ia sudah mengikuti rapat pleno terbuka saat ini. Kondisi kesehatannya sudah pulih, setelah dinyatakan drop karena kelelahan.Di RSUP, Usle berbaring masih terbaring. Selimut menutup kaki hingga perutnya. Di pergelangan tangan kanannya, jarum infus tertancap. “Perut saya masih terasa sakit,” katanya, kemarin malam.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...