Pelatih Hebat, Alasan Klub Inggris Berjaya di Eropa

Sabtu, 11 Mei 2019 - 09:06 WIB
Juergen Klopp (kiri) dan Pep Guardiola adalah dua dari sederet pelatih hebat yang bekerja di Inggris/Givemesport

FAJAR.CO.ID, LONDON—Klub Premier League Inggris menginvasi kompetisi Eropa musim 2018/2019. Jagoan mereka memborong semua tiket final Liga Champions dan Liga Europa. Keberadaan pelatih-pelatih top jadi alasan sukses ini.

LIVERPOOL dan Tottenham Hotspur memastikan derbi Inggris di partai puncak Liga Champions pada pertengahan pekan lalu lewat kemenangan dramatis atas raksasa Spanyol, Barcelona dan klub Belanda, Ajax. Setelah itu, Jumat, 10 Mei kemarin, giliran Chelsea dan Arsenal yang membuat derbi Premier League di Liga Europa.

Arsenal melenggang ke partai puncak turnamen antar-klub kelas dua Eropa ini setelah menang 4-2 atas wakil Spanyol, Valencia pada leg kedua babak semifinal. The Gunners mengeliminasi Valencia dengan agregat 7-3 setelah pada pertemuan pertama mereka juga menang 3-1 di Emirates Stadium.

Dalam laga di Mestalla Stadium, Pierre-Emerick Aubameyang menjadi pahlawan kemenangan klub London Utara itu. Kapten timnas Gabon itu mencetak hattrick. Satu gol Arsenal lainnya dicetak Alexandre Lacazzete. Sementara gol hiburan tuan rumah diborong Kevin Gameiro.

Sedangkan Chelsea, mereka menumbangkan wakil Bundesliga Jerman, Eintracht Frankfurt dengan kemenangan 4-3 dalam drama adu penalti. Game ini harus berakhir dengan tos-tosan setelah skor 1-1 di leg pertama berulang di Stamford Bridge dimana gol Ruben Loftus-Cheek di babak pertama dibalas Luka Jovic pada paruh kedua.

Sukses Chelsea dan Arsenal menciptakan double derby ini menjadi sejarah baru di kompetisi Eropa. Sejak Liga Europa dan Liga Champions digelar, ini kali pertama empat tiket final diraih klub dari asosiasi atau negara yang sama.

Jerman adalah negara lain yang pernah mendekati pencapaian prestasi ini. Pada 1980, tim Jerman, Eintracht Frankfurt dan Borussia Monchengladbach saling berhadapan di final Piala UEFA (kini Liga Europa). Di tahun yang sama, Hamburg melawan tim Inggris, Nottingham Forest di final Piala Eropa (kini Liga Champions).

Pada 1990, Italia juga menempatkan tiga wakil mereka di partai puncak kompetisi Eropa. Kala itu, Juventus menghadapi Fiorentina di final Piala UEFA sedangkan AC Milan lolos ke final Liga Champions menghadapi duta Portugal, Benfica.

Delapan tahun kemudian, Serie A yang sedang di era keemasannya kembali menempatkan tiga wakil mereka di final. Juventus berada di final Liga Champions untuk menghadapi Real Madrid pada saat dua tim Serie A lainnya, Inter Milan dan Lazio saling libas di final Piala UEFA.

Keberhasilan besar klub Premier League mengawinkan trofi Eropa musim ini menurut Martin Keown karena kualitas manajer yang mereka miliki. “Kualitas manajer kami sekarang, saya pikir mereka semakin baik setiap saat,” jelas Keown dari Sportsmail.

Khusus empat finalis, mereka dipimpin pelatih yang memang sudah dikenal luas memiliki kemampuan bagus dalam urusan taktik. Liverpool ditangani Juergen Klopp, Spurs dibesut Mauricio Pochettini, Arsenal oleh Unai Emery, serta Chelsea ditukangi Maurizio Sarri. Namun, dari keempat nama itu, tidak ada yang berasal dari Inggris.

Selain keempat juru taktik itu, pelatih top lainnya yang juga bekerja di Inggris yakni Pep Guardiola (Manchester City), Rafael Benitez (Newcastle United), Brendan Rodgers (Leicester City), Manuel Pellegrini (West Ham United). Nama-nama beken lainnya seperti Jose Mourinho hingga Claudio Ranieri juga sempat menjadi pelatih Premier League namun dipecat di tengah jalan.

Kehebatan klub-klub Inggris musim ini mendapat apresiasi. “Ini bagus untuk sepak bola Inggris, dan Anda hanya bisa melihat keempat klub semakin kuat. Jangan kaget jika final akan penuh dengan tim-tim Inggris [di masa depan]. Mari kita rayakan musim ini. Keempat tim harus bangga dengan cara mereka bermain,” kata legenda Tottenham dan Chelsea, Glenn Hoddle di Daily Mail.

Apresiasi sama dari mantan striker Arsenal, John Hartson. Secara khusus, ia memuji Liverpool dan Spurs yang melakukan comeback luar biasa. “Sungguh menakjubkan bagaimana hal itu terjadi. Semua tim ini telah menunjukkan karakter yang hebat untuk sampai ke sana,” tegasnya.

Sementara itu, Manajer Chelsea, Maurizio Sarri menegaskan, dua derbi di final kompetisi Eropa ini menegaskan status Premier League sebagai liga terbaik dunia. “Pada saat ini, Liga Premier adalah kejuaraan terbaik di Eropa dan di dunia,” katanya di The Guardian.

Akan tetapi, Sarri memastikan bukan perkara mudah mengalahkan klub top Eropa lainnya untuk menciptakan derbi. Alasannya, kompetisi Inggris jauh lebih menguras tenaga. “Tidak mudah bagi tim Inggris untuk tiba di bulan ini dalam kondisi yang sangat baik, secara fisik, karena di sini kita bermain lebih banyak daripada di negara-negara lain,” ujar eks pelatih Napoli tersebut.

 

Final Liga Europa akan berlangsung Kamis, 30 Mei mendatang di Stadion Olimpiade, Baku, Azerbaijan. Sedangkan penentuan juara Liga Champions akan berlangsung Minggu, 2 Juni di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol. (amr)

DERBI DI FINAL LIGA UEFA/LIGA EUROPA

1971/1972: Tottenham Hotspur vs Wolverhampton Wanderers (Inggris)

1979/1972: Eintracht Frankfurt 2-3 Borussia Monchengladbach (Jerman)

1989/1990: Juventus vs Fiorentina (Italia)

1990/1991: Inter Milan vs AS Roma (Italia)

1994/1995: Parma vs Juventus (Italia)

1997/1998: Inter Milan vs Lazio (Italia)

2006/2007: Sevilla vs Espanyol (Spanyol)

2010/2011: Porto vs Braga (Portugal)

2011/2012: Atletico Madrid vs Athletic Bilbao (Spanyol)

DERBI DI FINAL PIALA EROPA/LIGA CHAMPIONS

1999/2000: Real Madrid vs Valencia (Spanyol)

2002/2003: AC Milan vs Juventus (Italia)

2007/2008: Manchester United vs Chelsea (Inggris)

2012/2013: Bayern Munchen vs Borussia Dortmund (Jerman)

2013/2014: Real Madrid vs Atletico Madrid (Spanyol)

2015/2016: Real Madrid vs Atletico Madrid (Spanyol)

 

JADWAL FINAL

LIGA CHAMPIONS

Tottenham Hotspur vs Liverpool

Tanggal: Minggu, 2 Juni 2019

Tempat: Stadion Wanda Metropolitano (Madrid, Spanyol)

LIGA EUROPA

Chelsea vs Arsenal

Tanggal: Kamis, 30 Mei

Tempat: Stadion Olimpiade (Baku, Azerbaijan)

PRESTASI KLUB FINALIS DI EROPA

Liverpool

Liga Champions: 5 kali (1976/1977, 1977/1978, 1980/1981, 1983/1984, 2004/2005)

Liga Europa: 3 kali (1972/1973, 1975/1976, 2000-2001)

Piala Super Eropa: 3 (1977, 2001, 2005)

Tottenham Hotspur

Liga Champions: –

Liga Europa: 2 (1971/1972, 1983/1984)

Piala Super Eropa: –

Chelsea

Liga Champions: 1 (2011/2012)

Liga Europa: 1 (2012/2013)

Piala Super Eropa: 1 (1998)

Arsenal

Liga Champions: –

Liga Europa: –

Piala Super Eropa: –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.