Ganda Putra Indonesia Paling Menakutkan di Fase Grup Piala Sudirman 2019

Minggu, 12 Mei 2019 - 16:14 WIB
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (peringkat lima) bakal menjadi pilar tim dalam ajang yang digelar di Nanning, 19-26 Mei itu.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Indonesia membawa tiga ganda putra terbaik ke Piala Sudirman 2019. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (peringkat satu), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (peringkat empat), dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (peringkat lima) bakal menjadi pilar tim dalam ajang yang digelar di Nanning, 19-26 Mei itu.

Dibandingkan negara-negara lawan di fase Grup B, pasukan ganda putra Indonesia paling menakutkan. Pesaing terberat hanya datang dari Denmark. Negeri Skandinavia itu hanya membawa satu pasangan tetap, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, yang kini menduduki peringkat delapan dunia. Lainnya adalah pasangan ”bongkar-pasang”. Seperti Mathias Boe dan Mathias Christiansen.

Inggris lebih tidak keren lagi. Mereka hanya membawa Marcus Ellis/Chris Langridge. Pasangan tersebut ada di peringkat 17. Chris Adcock dipasang sebagai cadangan. Bahkan dia punya tugas lain, yakni bertanding di ganda campuran bersama sang istri, Gabrielle Adcock. Dari peringkat maupun rekor pertemuan, pasukan ganda putra kita unggul jauh.

Keunggulan itu yang bakal dimanfaatkan pelatih pelatnas ganda putra, Herry Iman Pierngadi. Sampai kini dia belum menentukan siapa yang bakal dipasang untuk turun di game pertama melawan Inggris.

”Kami sudah bisa mengira-ngira yang akan turun lawan negara ini-itu siapa. Cukup dari head to head terakhirnya,” tutur pria yang dijuluki Pelatih Naga Api itu.

Jika berpegang pada itu maka bisa ditebak Herry IP akan memasang Marcus/Kevin. Minions—sebutan Marcus/Kevin—cukup superior dibandingkan pasangan utama Denmark. Mereka unggul 7-1 atas Astrup / Rasmussen. Jika tidak, maka pilihan jatuh pada The Daddies (sebutan Ahsan/Hendra) yang unggul 5-0. Fajri belum pernah menang.

Berhadapan dengan Inggris juga tidak jauh berbeda. Baik Marcus / Kevin maupun Ahsan/Hendra mencatatkan rekor kemenangan 3-0 atas Ellis/Langridge. Fajar / Rian juga langsung menang saat berhadapan kali pertama di Swiss Open, Maret lalu.

Melihat skuad Denmark dan Inggris, kans Indonesia untuk lolos dari fase grup cukup besar. Denmark kuat di tunggal putra dan ganda putra. Tunggal putri wajib diwaspadai. Namun, Inggris, selain pasangan suami istri Adcock, tidak ada pemainnya yang berada di kisaran sepuluh besar. Nah, jika di babak perempat final langsung bertemu Jepang, Herry menuturkan, dia akan lebih memilih menerjunkan Ahsan / Hendra.

Hadapi Lao Toyota, PSM Tanpa Pluim

Saat ini selain mematangkan teknik permainan, fokus Herry adalah memperkuat fisik para pemainnya. Setelah rentetan turnamen yang tiada henti sepanjang 2019 ini, tenaga mereka terkuras. Hal itu berpengaruh pada konsentrasi di lapangan. Contoh terbaru, adalah kekalahan telak Marcus / Kevin oleh Hiroyuki Endo / Yuta Watanabe. Saat itu, mereka mengaku kelelahan.

”Dari situ saya bikin program untuk menguatkan otot tangan dengan latihan pakai raket berat. (Porsi latihan) di gym juga ditingkatkan,” kata Herry. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.