Hadirkan Saksi Ahli, Bawaslu Dalami Fakta Dugaan Pemalsuan Data

Minggu, 12 Mei 2019 - 21:21 WIB
ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, PANGKEP–Sidang dugaan pemalsuan data pemilih kembali menghadirkan saksi ahli.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pangkep, Samsir Salam menyampaikan, sebelumnya pihaknya menerima laporan dari warga terkait dugaan pelanggaran data administratif pemilih. Di antaranya, dugaan pemalsuan Nomor Induk Keluarga (NIK), adanya pemilih ganda, dan pemilih di bawah umur.

“Ada laporan masuk dari warga, diduga ada pelanggaran terkait tata cara dan prosedur pada saat pemilihan. Hal ini diduga termasuk dalam kategori pelanggaran administratif,” bebernya.

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini pihaknya telah melakukan agenda sidang dengan mendengar penyampaian saksi ahli yang dihadirkan.

“Saksi ahli memang menyampaikan. Namun, kami tetap mendalami semua bukti-bukti yang ada. Termasuk fakta persidangan,” ungkapnya.

Disampaikan juga, dugaan adanya pelanggaran pada data pemilih ini, terjadi di hampir semua kecamatan di Kabupaten Pangkep.

“Mengenai titik-titik yang ditemukan, masih kita dalami. Tetapi menurut penyampainnya sebarannya ada di beberapa kecamatan di Pangkep,” pungkasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, sidang dengan agenda pembacaan putusan bakal digelar Selasa mendatang.

Terpisah, Komisioner KPU Kabupaten Pangkep, Rohani membantah adanya dugaan rekayasa NIK pada pemilihan lalu.

“KPU Pangkep juga telah melakukan klarifikasi dan memberikan penjelasan kepada pelapor bahwa dugaan NIK rekayasa itu tidaklah benar. Mengingat NIK yang terdapat dalam DPT Pemilu 2019 adalah NIK yang diterbitkan oleh Disdukcapil Pangkep dan semua NIK yang ada dalam DPT pemilu 2019 sudah sesuai dengan prosedur penetapannya,” bebernya.

Terlebih lagi disampaikan, pada pleno DPTHP-3 yang lalu terdapat 1.123 pemilih yang telah dicoret dalam DPT. Disebabkan tidak lagi memenuhi syarat.

“Seluruh tahapan penetapan DPT sudah dilakukan, termasuk perbaikan DPT bilamana terdapat saran dan masukan dari peserta pemilu, maupun tanggapan masyarakat melalui pleno terbuka selama ini, sehingga dugaan pelapor ini cenderung terlambat, terlebih semua tahapan pemutakhiran data telah dilakukan dan juga Pemilu 17 April 2019 pun sudah dilaksanakan dan berjalan lancar,” bebernya.

Namun demikian, pihaknya mengaku tetap melayani dan akan membuktikan laporan tersebut di persidangan.

Karena Agenda Sufi, Imam Masjid Baitul Ikhsan Kini Kendarai Motor Baru

“Kami telah menghadirkan Disdukcapil sebagai saksi ahli dan sejumlah Pemilih dalam DPT, yang diduga ganda dan pemilih dibawah umur yang bisa dipastikan kebenarannya bahwa bukanlah pemilih ganda dan pemilik di bawah umur. Melainkan memang telah memenuhi syarat dalam DPT Pemilu 2019,” paparnya, Minggu, 12 Mei. (fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.