Kementan Jamin Stok Daging dan Telur Aman di Pasaran

0 Komentar

Jakarta_Selama bulan ramadhan 1440 H Kementan memastikan stok produk pangan asal hewan utama seperti daging sapi, daging ayam, dan telur ayam ras dalam kondisi aman. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita menegaskan Kementerian Pertanian terus menjaga ketersediaan pasokan produk pangan asal hewan dalam menghadapi hari besar keagamaan dan nasional (HBKN).

“Berdasarkan data per minggu pada bulan Mei ini, stok daging sapi adalah 65.410 ton, sedangkan kebutuhan ada diangka 59.047 ton, jadi masih ada surplus 6.363 ton yang kita miliki”, tegas Diarmita.

Selanjutnya Diarmita menambahkan stok daging ayam yang tersedia adalah 277.910 ton, dan kebutuhan masyarakat di kisaran 274.382 ton (surplus 3.528 ton).
Untuk telur ayam ras tersedia 243.510 ton dan kebutuhannya 167.144 ton (surplus 76.366 ton).

“Kami harapkan dengan ketersediaan stok yang cukup, harga semestinya stabil di pasaran dan konsumen tenang”, jelas Diarmita.

Selain menjaga harga di level konsumen stabil, Kementan juga berkepentingan agar peternak terjamin. Peternak akan terus pula dijaga mendapatkan harga yang bagus, sehingga masing-masing pihak nyaman dan menikmati hasil yang bagus. Diarmita menegaskan Kementan akan terus melakukan operasi pasar dan memantau perkembangan stok di pasar.

Pemantauan pasar juga dilakukan untuk memastikan pangan asal hewan telah memenuhi prinsip ASUH (aman, sehat, utuh dan halal). Diarmita menghimbau masyarakat membiasakan membeli produk yang telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) sebagai bentuk jaminan Pemerintah.

Tim terpadu telah dikerahkan untuk pengawasan produk hewan yang terdiri petugas pengawas kesmavet pusat, dinas peternakan propinsi/kab/kota yang membidangi fungsi peternakan, Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH), Kementerian Agama (BPJPH), dan instansi lain yang terkait pengawasan peredaran produk asal hewan.

Waspadai Hoax Pangan Asal Hewan
Terkait munculnya beberapa pemberitaan telur palsu dan ayam disuntik hormon yang beredar di media sosial, Diarmita menegaskan masyarakat agar tidak terpengaruh berita tersebut.

“berita itu tidak benar, dan Kementan menjamin bahwa tidak ada telur palsu dan ayam yang disuntik hormon yang beredar di Indonesia. Dan saya himbau pihak-pihak yang menyebarkan informasi tsb untuk stop membuat resah”, tegas Diarmita.

Dirjen PKH meminta masyarakat Indonesia lebih bijak dalam menyikapi sebuah informasi yang tidak jelas sumbernya. Kementan bersama instansi terkait secara rutin melakukan pengawasan terhadap produk pangan asal hewan untuk memastikan bahwa produknya Aman, Sehat, Utuh, dan Halal bagi masyarakat.

Pemerintah akan menindaklanjuti laporan masyarakat apabila ada produk hewan yang beredar dan tidak sesuai dengan kriteria ASUH dan melakukan penindakan bila ditemukan pelanggaran hukum. Kementan telah menyediakan informasi melalui media sosial dan website yang dapat dijadikan referensi bagi masyarakat sebagai pengetahuan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...