Menteri Susi Diperkirakan Tersingkir dari Kabinet Jokowi

Minggu, 12 Mei 2019 - 14:31 WIB
Susi Pudjiastuti

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Susi Pudjiastuti kecil peluangnya menjadi menteri lagi di Kabinet Jokowi – Ma’ruf Amin jika paslon nomor urut 01 ini nantinya ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019.

Sejumlah faktor dinilai menjadi penyebab kecilnya peluang Susi kembali menjadi menteri, karena perempuan kelahiran Pengandaran Jabar itu bukan kader partai politik.

Pengamat politik Ujang Komaruddin mengatakan, jarang menteri nonpartisan menjadi menteri hingga dua periode pemerintahan.

Alasan kedua, ada partai pengusung Jokowi – Ma’ruf yang tidak suka dengan sejumlah kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang menyangkut nasib nelayan.

“Kemungkinan besar tidak terpilih kembali, walaupun penenggelaman kapal itu sebuah prestasi. Tetapi ada kebijakan lain yang mencederai diri sendiri dan orang lain,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin kepada JPNN.com, Minggu (12/5).

Ujang menerangkan, awalnya Susi terpilih menjadi menteri di kabinet Jokowi – JK karena rekomendasi PDI Perjuangan.

Sementara ini, ada dua partai politik pendukung Jokowi – Maruf yang selama ini tampak keberatan dengan kebijakan Susi melarang penggunaan cantrang, yakni PKB dan NasDem.

“Dalam sisi politik, maka nanti penyusunan kabinet tidak hanya Pak Jokowi yang menentukan, tapi parpol menentukan. Artinya saling menjelekkan nanti, saling memfitnah, saling menggusur, itu ada. Dalam konteks tadi, NasDem dan PKB itu yang tidak akan menguntungkan Bu Susi. Bisa jadi ketika ingin direkrut kembali, disodok katakanlah NasDem dan PKB yang tak ingin Bu Susi,” kata Ujang.

Selain itu, kata Ujang, dalam konteks politik Indonesia jarang sekali menteri, apalagi bukan dari kalangan partai, terpilih dua periode. Meski mereka berprestasi, Ujang mengingatkan hal tersebut sangat langka.

Meski begitu, kata Ujang, ada variabel lain yang bisa membuat seseorang terpilih kembali dua periode. Di antaranya adalah keinginan dari kalangan Istana dan masyarakat.

Karena itu, Ujang mengatakan, meski peluang Susi kecil terpilih kembali, tetapi kesempatan itu masih ada.

Koalisi Partai
Setelah resmi dilantik sebagai presiden periode 2014-2019, Jokowi langsung mengumumkan susunan Kabinet Kerja yang resmi dibentuk pada 27 Oktober 2014. Susunan kabinet ini berasal dari kalangan profesional dan usulan partai pengusung Jokowi-JK pada Pilpres 2014, yakni PDIP, PKB, Partai NasDem, dan Partai Hanura, ditambah PPP, PAN, dan Partai Golkar, yang bergabung setelah pilpres.

Kabinet Kerja Jokowi-JK terdiri dari 4 menteri koordinator dan 30 menteri. Namun, sepanjang 2014-2019, Jokowi sudah 4 kali melakukan bongkar-pasang susunan kabinetnya.

Hingga Sabtu (11/5/2019), dari 34 pos kementerian, tercatat ada 4 menteri dari PDIP, 3 menteri dari PKB, 3 menteri dari Golkar, 2 menteri dari NasDem, 1 menteri dari Hanura, dan 1 menteri dari PPP. Sementara itu, ada 20 orang yang berasal dari nonpartai. Ke-34 mereka itu adalah:

– Menteri dari PDIP
1. Puan Maharani yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK)
2. Tjahjo Kumolo yang menjabat Menteri Dalam Negeri
3. Yasonna Laoly yang menjabat Menteri Hukum dan HAM
4. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga yang menjabat Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

– Menteri dari PKB
1. Imam Nahrawi yang menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)
2. Hanif Dhakiri yang menjabat Menteri Ketenagakerjaan
3. Eko Putro Sandjojo yang menjabat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

– Menteri dari Golkar
1. Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian
2. Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menteri Sosial
3. Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menko Kemaritiman dan Sumber Daya

– Menteri dari NasDem
1. Enggartiasto Lukita menjabat Menteri Perdagangan
2. Siti Nurbaya Bakar menjabat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

– Menteri dari Hanura
1. Wiranto yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam)

– Menteri dari PPP
1. Lukman Hakim Saifuddin yang menjabat Menteri Agama

Sementara itu, yang berasal dari kalangan profesional adalah:
1. Darmin Nasution sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian)
2. Pratikno sebagai Menteri Sekretaris Negara
3. Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan
4. Sofyan Djalil Sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional
5. Bambang Brodjonegoro sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Beppenas
6. Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN
7. Syafruddin sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
8. Yohana Yembise sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
9. Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika
10. Arief Yahya sebagai Menteri Pariwisata
11. Muhammad Nasir sebagai Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
12. Muhadjir Effendy sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
13. Nila Djuwita Anfasa Moeloek sebagai Menteri Kesehatan
14. Basuki Hadimuljono sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
15. Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan
16. Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan
17. Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian
18. Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM
19. Ryamizard Ryacudu sebagai Menteri Pertahanan
20. Retno Lestari Priansari Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri

Sementara itu, ada 2 pejabat setingkat menteri yang berasal dari kalangan parpol, yakni Sekretaris Kabinet Pramono Anung dari PDIP dan Jaksa Agung Prasetyo dari Partai NasDem.

(tan/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.