Pendemo Ancam Penggal Kepala Jokowi, Umbas: Polri Harus Tindak Tegas

Minggu, 12 Mei 2019 - 12:30 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Kepala Rumah Aspirasi Jokowi-Amin, Michael Umbas minta Polri tindak tegas pendemo di Bawaslu, kemarin. Pasalnya, dengan membawa nama tuhan, pendemo menebar ancaman dengan ingin memenggal kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kami mengecam keras sekaligus mengutuk salah satu pendemo yang mengancam untuk memenggal kepala Presiden Jokowi. Pendemo tersebut terbukti bermental barbar, dan penyebar teror. Sudah sepatutnya hukum tak boleh tunduk terhadap mereka yang brutal,” kata Umbas kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Umbas juga mengatakan bahwa, ada adagium “lex dura sed tamen scripta” yang berarti “hukum itu keras, dan memang begitulah bunyi atau keadaannya, karena semua demi kepastian dalam penegakannya”. Kepastian hukum akan menghadirkan tertib masyarakat. Ancaman yang akan memenggal kepala Jokowi jelas meresahkan.

Untuk itu, ia berharap pendemo yang mengumbar ancaman pembunuhan dapat ditindak tegas. Apalagi, ancaman pembunahan tersebut ditunjukan kepada simbol negara yang tak lain adalah Presiden Indonesia.

“Jangan sampai kejadian seperti itu dibiarkan, karena berpotensi menjurus konflik di tengah masyarakat. Kami optimis institusi Polri tidak berdiam diri. Perlu diingat, Presiden merupakan simbol Negara,” tegasnya.

Umbas juga meminta kepada Prabowo Subianto untuk bersuara atas ancaman pembunuhan kepada Presiden Jokowi. “Jangan justru diam dan bersembunyi. Coba Pak Prabowo lihat dan dengar, keliaran dari pendukung Anda ini,” tuturnya.

Dirinya pun meminta kepada pendukung Jomoei agar tetap tenang. “Tidak perlu melakukan pembalasan, apalagi di tengah bulan suci Ramadan. Sebagai sesama manusia, kami mendoakan si pendemo mendapat pintu maaf dari Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya. (yog)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.