Pertama, ATM Beras untuk Dhuafa Hadir di Kediri


FAJAR.CO.ID, KEDIRI– Bisa jadi ini merupakan pertama di Kota Kediri. Kalau biasanya Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dilakukan untuk transaksi menggunakan uang tunai maupun nontunai, berbeda dengan ATM yang berada di Masjid Al-Khalid di Kelurahan Semampir, Kota Kediri.ATM ini justru berisi beras yang bisa diambil khusus untuk kaum duafa di sekitar lokasi tersebut.Menurut Ketua Takmir Masjid Al-Khalid Kota Kediri, Muhammad Slamet, ATM beras ini sengaja didatangkan dari Bandung dengan tujuan kemakmuran masjid dan kemaslahatan umat. “Ide ini berawal dari ide beberapa pengurus yang melihat hal serupa di Malaysia,” ungkapnya.Berdasarkan data yang dihimpun, alat tersebut didatangkan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan anggaran Rp25 juta. Mesin ATM beras tersebut dapat diisi hingga 240 liter atau sekitar 2 kuintal beras.

”Kami rutin membagikan tiap bulan kepada 100 kaum duafa di sekitar masjid,” tandasnya.

Menurutnya, ATM Beras itu baru berjalan pada Januari. Sedangkan, warga penerima sebelumnya sudah didata termasuk pemberian kartu khusus. Kartu ini nantinya tinggal ditempelkan di mesin dan secara otomatis beras akan keluar.

“Mesin ini sudah diprogram otomatis, setiap penerima akan mendapatkan sekitar 3 liter beras atau setara dengan 2,5 kilogram dengan kualitas beras yang bagus,” paparnya.

Perlu diketahui, masjid yang baru diresmikan pada Januari 2019 ini akan menambah jumlah penerimaan beras pada Ramadan. Jika pada hari biasa, penerima akan mendapatkan beras sebanyak 2 kali dalam sebulan. Sedangkan, pada bulan Ramadan ini akan mendapatkan 4 kali dalam sebulan.

“Ini gratis untuk kaum dhuafa yang berada di sekitar masjid. Ke depan, rencananya akan berlaku untuk masyarakat umum, tentu dengan pendataan verifikasi terlebih dahulu,” jelasnya.Hari Ini KPU Gelar Rapat Pleno Perolehan Suara Bengkulu, Kalsel dan Kalbar

Masih kata Slamet, pengadaan ATM beras akan ditambah lagi dengan jumlah rasio penerimaan yang lebih banyak. “Kami berharap, akan berdampak bagi masyarakat untuk meramaikan dan memakmurkan masjid, dan dapat menginspirasi pengurus masjid di Kota Kediri khususnya,” pungkasnya. (jp)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...