Kenapa Dua Provinsi Ini Menarik Perhatian Jokowi jadi Ibu Kota Negara?

Senin, 13 Mei 2019 - 17:58 WIB

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Dua provinsi di Pulau Kalimantan menjadi calon kuat sebagai lokasi pembangunan ibu kota negara yang baru. Daerah ini juga mendapat perhatian Presiden Joko Wododo alias Jokowi yang turun langsung ke lokasi pada pekan lalu.

Keduanya adalah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Kedua provinsi ini merupakan bagian dari empat alternatif provinsi yang masuk radar pemerintah.

“Perjalanan kemarin eksploitatif belum ada keputusan yang diambil. Namun perhatian presiden, beliau harus tinjau langsung,”ucap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Hal itu disampaikan Bambang dalam diskusi media tentang rencana pembangunan ibu kota negara di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta. Acara itu dihadiri pembicara lain seperti Anggota DPR RI Komisi XI Mukhamad Misbakhun, dan Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo.

Saat kunjungan itu, ucap Bambang, presiden telah mendapat laporan mengenai kesiapan Kaltim secara administrasi birokrasi, maupun lokasi alias lahan yang dibutuhkan. Misalnya di Kaltim, lokasinya di Bukit Soeharto.

Ditegaskan Bambang, pemerintah menjamin tetap menjaga bahkan akan merestorasi kawasan tersebut sebagai hutan lindung yang belakangan mulai ditanami kepala sawit secara ilegal.

“Komitmen kami, bangun ibu kota baru tidak akan mengganggu lingkungan hidup. Waktu itu disampaikan mengenai kondisi dasar sekitar Bukit Soeharto. Dan kesiapan infrastruktur, ada jalan tol Samarinda – Balikpapan,” jelas Bambang.

Sedangkan lokasi kedua di Kalteng, Presiden Jokowi meninjau daerah Gunung Mas, yang berjarak sekitar 3- 4 jam lewat jalur darat dari Palangka Raya. Di lokasi itu tidak banyak lahan gambut dan ketersediaan lahannya sangat luas.

“Dalam sisa waktu ini, kajian kami akan dilengkapi kajian yang pengecekan secara fisik, misalnya memastikan kebutuhan air bersih. Itu hal pertama sampaikan hasil kunjungan lapangan,” ucap mantan Menteri Keuangan itu. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.