Kivlan Zen Bantah Makar, Penyidik Cecar 26 Pertanyaan


FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Mayjen (Purn) Kivlan Zen diperiksa sebagai saksi kasus dugaan penyebaran berita bohong dan makar , Senin (13/4). Selama dicecar 26 pertanyaan oleh Bareskrim, Kivlan membantah melakukan aksi makar. Seusai pemeriksaan Kivlan buka suara soal tuduhan dugaan makar.“Saya anggap ini sudah selesai dan Insya Allah ini baik-baik saja, saya percaya kepada Polri sebagai profesi dan dalam perjuangan sama, teman perjuangan saya untuk melindungi bangsa dan negara Polri dan TNI adalah kawan saya,” ujarnya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (13/4).Kivlan Zen membantah jika dirinya akan melakukan makar seperti yang dilaporkan kepada polisi. Dia menyebut dirinya hanya memberikan pendapatnya di muka umum. Karena kebebasan berpendapat sudah diperjuangkan sejak tahun 1998. Dia juga menyebut jika Habibie telah membuat Undang-Undang Nomor 9 tahun 1999 tentang kebebasan berpendapat. “Jadi merdeka untuk memberikan pendapat bukan merdeka untuk mendirikan negara,” ujarnya.Kivlan pun membantah soal makar. Dia mengatakan tidak memiliki keinginan menggulingkan pemerintahan Presiden RI Joko Widodo. Kivlan mengatakan dia juga tidak pernah menyebutkan ada pasukan dalam pidatonya. “Tidak benar makar. Saya tidak punya senjata, saya tidak punya pengikut, pasukan. Saya tidak punya niat untuk mendirikan negara sendiri, pemerintahan sendiri, nasional yang baru pengganti jokowi, tidak ada,” tuturnya.Kivlan mengaku dirinya bukanlah inisiator demonstrasi. Dia hanya datang karena diundang dan ingin menyatakan pendapat melalui unjuk rasa yang sudah diatur dalam Undang-Undang. Dia pun menilai demokrasi kebebasan berpendapat sudah mati saat ini. Bahkan dia merasa telah dikriminalisasi.

Komentar

Loading...