Layanan Masih Lumpuh, Tersisa Pasien Lahir Kembar

Masyarakat mulai jenuh menyaksikan kisruh kekosongan obat. Kini, rumah sakit nyaris seperti bangunan mati.

LAPORAN: MUHLIS MAJID, JENEPONTO

MINGGU, 12 Mei, sekira pukul 14.00 Wita, FAJAR ditemani Humas RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto, mengillingi seluruh ruang perawatan. Mulai, dari ruang Lontara 1 sampai lontara 5, kemudahan berakhir di ruang Intensive Care Unit (ICU). Tersisa tiga pasien saja yang dirawat. Satu di Lontara 1 persalinan dan dua di ICU.

Ruangan lainnya nyaris sunyi senyap. Tempat tidur pasien dan kursi roda dirapikan. Bahkan beberapa ruangan terlihat digembok. Setiap lantai, hanya terlihat beberapa perawat penjaga. Saat ditanyakan kepada perawat, khusus di Lontara 2 sampai 4, diakui sudah kosong pasien sejak Jumat lalu.

Semua pasien sudah dipulangkan. Alasannya sudah sembuh. Adapula yang terpaksa dirujuk ke rumah sakit lain. Informasi dari pihak pelayanan, sejak pagi memang sudah tidak ada lagi pengunjung yang datang. Padahal layanan gawat darurat tetap dibuka.

Itu pun terdapat tiga pasien tetap dirawat, sebab alasan tertentu. Seperti di ruang ICU, keduanya masih pasien yang sudah masuk sebelum pelayanan disetop. Ditambah, dokter masih komitmen seperti yang telah diumumkan, bahwa tetap melayani pasien yang telanjur dirawat. Hanya saja, tidak semua obat ada. Pasien pun dibebankan mencari obat sendiri.

Seperti pengakuan salah satu keluarga pasien, Rahmi. Beruntung, pasien punya usaha apotek. Sehingga jika tak tersedia, terpaksa mengambil obat di apoteknya. Pasien yang disebut sudah lima hari dirawat itu memilih tak meminta dirujuk karena dokter masih menangani dengan baik. "Dan alhamdulillah adik saya sudah mulai sembuh," beber Rahmi, kakak pasien.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : asrie


Comment

Loading...