Perusahan Pembangkit Listik Ini Dinilai Biang Pencemaran Sungai Sa’dan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID.MAKALE–PT Malea Energy Hydropower dihearing Komisi III DPRD Tator, Senin (13/5). Perusahaan pengelola pembangkit listrik tenaga air di Buakayu , Bongkaradeng itu diduga kegiatannya telah merusak lingkungan . Tak hanya itu, sawah dan kebun warga juga rusak.

Dewan dari PKS, Amir Loga mengungkapkan jika air sungai Sa’dan tempat perusahaan itu beroperasi tercemar. “Ternak kita sudah tak mau lagi minum air di sungai,warga takut konsumsi ikan dari sungai, mereka ketakutan limbah kimia bahan peledak di lokasi proyek tersebut,” ungkapnya.

Komisi III memutuskan untuk berkunjung kesana melihat situasi dan kondisi lingkungan disekitar wilayah proyek.

Saat air sungai Sa’dan meluap dan banjir beberapa hari lalu, akibat penyempitan aliran sungai di lokasi proyek tersebut, sejumlah sarana transportasi rusak diantaranya satu jembatan terputus dan sejumlah titik bantaran sungai longsor . Termasuk sebagian lokasi proyek tersebut rusak dihantam derasnya air .

” Kita tidak bisa disalahkan sepihak, kita tunggu saja hasil tim dari lapangan, “ungkap M Syakur manager PT Malea usai mengikut rapat tersebut .

Rapat dengar pendapat itu dilakukan setelah warga dari Buakayu dan Palesan dari sekitar lokasi proyek itu melakukan unjuk rasa di kantor dewan beberapa hari lalu.(fkt)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...