Petani Indonesia di Mata Dunia


Vitamin merupakan kolompok senyawa organik yang tidak termasuk dalam golongan protein, karbohidrat maupun lemak. Kebutuhan vitamin ini relatif kecil, namun peranannya dalam tubuh sangat penting. Seharusnya petani mampu medorong dirinya untuk menjadi seorang petani yang mengalami perubahan setiap tahunnya, karena sumber daya yang dimilikinya.Petani Indonesia banyak yang belum mengerti betapa pentingnya asupan gizi bagi tubuh sehingga mereka menanam namun hasilnya tidak berdampak pada kesehatan mereka. Berbeda dengan petani di luar negeri khususnya di Taiwan negara yang kami kunjungi pada tanggal 8 April 2019 baru-baru ini, yaitu sebagai salah satu kegiatan International Agribusiness Field Trip yang diadakan tiap tahun oleh program studi Magister Sains Agribisnis IPB.Di sana kami berkunjung ke “Yes Health iFarm” saya merasakan perbedaan petani di negara tersebut dengan petani di negara Indonesia. Mereka sangat memperhatikan petaninya agar sukses dalam bertani. Ujar staf grup Yes Health, kunci keberhasilan pertanian menurut mereka adalah sehatkan petaninya agar dapat mencapai produktivitas yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan memberikan pengetahuan tambahan bagi petani mengenai kesehatan agar petani mengonsumsi bahan pangan yang mengandung vitamin dan serat yang dapat diperoleh dari buah dan sayur.Dari contoh pertanian yang berhasil saya nikmati di negara Taiwan, saya belajar bahwa petani harus menyadari potensi yang dimilki dan dapat dikembangkan, agar dapat dikategorikan sukses, maka petani harus berorientasi bisnis yang menerapkan konsep agribisnis yang mengikuti tahapan sebagai berikut:1. Memanfaatkan kelimpahan sumber daya yang dimiliki. 2. Berbasis investasi, dan 3. Berbasis inovasi.

Komentar

Loading...