Puasa, Penawar Racun Hati


Lalu, racun hati yang ketiga adalah banyak makan dan minum. Ini dikarenakan nafsu perut termasuk perusak yang amat besar. Dari nafsu perut pula, muncul nafsu kemaluan dan kecenderungan berlebihan kepada harta duniawi. Yang akhirnya disusul dengan berbagai banyak bencana. Dan, racun hati yang terakhir adalah banyak bergaul dengan sembarang orang. Sering berkumpul dan bergaul dengan orang-orang yang berperangai buruk, lambat laun akan membuat kita terjangkit perilaku yang buruk pula.Alhamdulillah, ternyata keempat racun hati tersebut dapat diobati dengan ibadah puasa yang ditunaikan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Racun hati yang bersumber dari seringnya membicarakan hal-hal yang tidak berguna dapat ditangkal dengan berpuasa, karena hakikat puasa bukan hanya menahan makan minum semata, namun juga menahan mulut untuk tidak berucap sia-sia. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Puasa bukan hanya menahan makan dan minum. Puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan kata-kata kotor” (HR. Ibnu Khuzaimah).Pantas pula jika Rasulullah saw menyuruh kita lebih baik diam daripada berbicara yang tidak membawa manfaat, sebagaimana sabdanya, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam” (HR. Al- Bukhari dan Muslim). Memperbanyak dzikir, salawat, dan membaca Al-Qur’an pastinya jauh lebih berfaedah dibandingkan memerbincangkan hal yang tidak berguna.Racun hati dikarenakan banyak memandang sesuatu yang haram dapat pula dihindari dengan berpuasa. Seseorang yang memahami hikmah mulia di balik ibadah puasa, pastinya tidak hanya berupaya menahan lapar dan dahaganya saja. Namun, ia pun berusaha menahan syahwatnya dengan senantiasa menundukkan dan menahan pandangannya kepada hal-hal yang dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar