Rekap Gowa-Makassar Selalu Molor, Ada Praktik Mafia Pemilu?


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Proses rekapitulasi yang molor di Gowa dan Makassar terus memunculkan kecurigaan soal praktik mafia dalam pemilu 2019 kali ini. Maklum, dua daerah ini punya catatan rekapitulasi yang molor dengan berbagai alasan. Seperti pada rekapitulasi Pilwalkot Makassar, 2018 lalu.Bahkan di Gowa, hampir setiap helatan pilkada dan pemilu mengalami kasus serupa. Hal ini diakui salah satu caleg DPRD Sulsel yang juga advokat di Gowa, Andi Abdul Hakim. Karenanya, dia meminta oknum penyelenggara pemilu semacam itu diberi sanksi tegas. Terlebih sudah ada oknum PPK di Kecamatan Palangga yang teridentifikasi melakukan praktik kecurangan.

“Pemilu 2014 lalu juga demikian. Saat itu kan ada tujuh PPK yang disanksi. Celakanya karena melibatkan caleg terpilih saat itu,” kata Andi Hakim, Senin, 13 Mei.

Dia sendiri khawatir, oknum PPK yang bermain curang tidak saja dilakukan oknum PPK Palangga. Sebab daerah lain bisa jadi melakukan jauh lebih besar tapi belum terungkap.

“Karenanya saya mohon Gakumdu yang diberikan kepercayaan, jangan ada pilih kasih. Memang di Gowa ini selalu mencerminkan asas tidak demokrasi,” beber politikus Hanura ini.

Dia mencontohkan pelibatan ASN dalam helatan pilkada. Termasuk ASN dan kepala desa mengkampanyekan salah satu caleg baik di kabupaten, provinsi dan DPR RI.

Ini Wejangan Gubernur untuk Pj Wali Kota Makassar“Inikan penghianatan demokrasi dan membodoh-bodohi masyarakat. Begitu juga oknum masyarakat selalu mengharapkan money politics. Jadinya harga kambing tiga juta, lebih mahal dari pada masyarakat yang menerima sogokan Rp50.000,” sesalnya. (rls)

Komentar

Loading...