ASN Terima THR 24 Mei, Honorer K2 Tersiksa Batin


Jauh di lubuk hati paling dalam, guru honorer di Banjarnegara ini Ingin merasakan THR seperti apa. Selama hampir 16 tahun jadi abdi pemerintah belum pernah Titi merasakan yang namanya THR. Dengar dan lihat iya, tapi terima dan rasakan belum pernah.Meski begitu Titi dan rekan-rekannya sesama honorer K2, tidak patah arang. Berbagai cara dilakukan untuk merayakan lebaran mubarok. Seperti kerja sambilan jadi buruh bangunan, sales, jualan kue dan baju.Tidak sedikit pula yang memilih ngutang. Semuanya dilakukan demi rendang, opor ayam, dan ketupat lebaran.

“Memang sih agak memaksakan diri tapi siapa sih yang enggak ingin saat lebaran tampil beda. Apalagi masyarakat itu enggak tahu kalau kami ini honorer. Tahunya mereka kami PNS. Masa lebaran kasih ikan teri, sayur asem, sama nasi?,” tuturnya.

Saat mau lebaran begini, dari awal bulan Ramadan banyak honorer yang sudah peras keringat agar mendapatkan penghasilan tambahan, minimal buat beli baju anak-anak dan sekadar beli daging ayam buat lebaran.Titi hanya bisa mengelus dada melihat kehidupan honorer K2 di Jakarta dan Surabaya. Walaupun sama-sama honorer tapi, honorer K2 di dua daerah itu lebih sejahtera.Titi dan rekan-rekannya di daerah lain hanya digaji Rp300 ribu per bulan yang dirapel per triwulan. Sedangkan honorer di dua kota tersebut menerima gaji setara UMR.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR