ASN Terima THR 24 Mei, Honorer K2 Tersiksa Batin


Titi selalu mewanti-wanti honorer K2 DKI dan Surabaya untuk selalu bersyukur, karena lebih diperhatikan daerahnya walaupun tidak sebanding PNS. Minimal selalu ada harapan dapat rezeki menjelang lebaran. Daripada honorer K2 daerah lain bayarannya tiga bulan sekali. Kalau dihitung tiap bulan masih nombok untuk transport.

“Namun ya sudahlah. Ini sudah jalan yang digariskan Allah. Ya saya kembalikan lagi semuanya ke Allah. Barangkali menjadi honorer ini salah satu jalan untuk memudahkan nanti di akhirat menuju surganya Allah. Daripada mengeluh terus dan dipikir yang ada hanya kecewa terluka dan sakit hati. Serahkan dan pasrahkan saja pada Allah pasti semuanya akan beres nantinya,” tuturnya.

Nur Baiti, koordinator PHK2I DKI Jakarta, punya cerita berbeda dengan Titi. Guru honorer DKI ini harus berjuang sendiri untuk kedua anaknya. Alhasil gaji maupun sedikit THR yang diterima dirasakan pas-pasan. Tidak berlebihan, tidak kurang.Sebagai single parent, Nur memang harus pintar mengelola uang gaji Rp3,950 juta per bulan. Hidup di Jakarta yang biayanya serba mahal membuat Nur tidak boleh gegabah.

“Kalau ngomongin THR saya bingung. Dibilang dapat ya alhamdulillah. Dibilang enggak dapat, nyatanya ya dapat tapi masih jauh berbeda dengan yang PNS. Tetap disyukuri saja. Alhamdulillah setiap tahun kebutuhan anak anak tercukupi,” ucapnya.

Lebaran 2019 ini menurut Nur sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. PNS benar-benar dimanjakan. Selain dapat THR setara pendapatan satu bulan (gaji pokok dan tunjangan), juga gaji ke-13. Belum lagi dapat uang sertifikasi dan tunjangan kinerja daerah (TKD).

“Jadi kalau honorer hanya dapat THR sebesar satu bulan gaji. PNS bisa dapat lebih. Contoh di sekolah saya yang golongan 3A, mereka setiap lebaran bisa dapat THR hampir Rp 20 juta dari tunjangan yang didapat,” terangnya.

Nur menyebutkan, kebijakan THR untuk honorer K2 baru didapatkan di 2016 zaman kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Keputusan itu dituliskan dalam Pergub dan sampai sekarang masih digunakan.

5 Komitmen Muhammadiyah, NU, FPI dan Sejumlah Ormas demi NKRI

Sumarni Azis, korwil PHK2I Sulawesi Selatan, tidak seberuntung Nur. Namun masih lebih beruntung dibandingkan Titi. Dia dan rekan-rekannya mendapatkan THR dari atasannya . Itu pun hanya ratusan ribu rupiah ditambah sembako hasil keuntungan koperasi seadanya. (jpnn)

Komentar


KONTEN BERSPONSOR