Dapat Kritikan Soal Rambut Nabi, Opick Berencana Silahturahmi ke MUI


FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pelantun lagu Tombo Ati, Opick, menanggapi krItikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait membawa sehelai rambut Nabi Muhammad SAW ke Indonesia.MUI meminta masyarakat di Tanah Air untuk mengkritisi soal kebenaran rambut tersebut. Dan juga mempertanyakan dari manfaat sehelai rambut itu. Sebab peninggalan nabi hanya ada dua, yakni Alquran dan As-Sunnah.Menanggapi pertanyaan dari MUI itu, pemilik nama lengkap Aunur Rofiq Lil Firdaus akan menyambangi MUI sekaligus untuk bersilaturahmi. Rencananya hanya dia seorang, tidak melibatkan ulama atau kiai lainnya.”Ya harus ke sana (MUI) mereka orang mulia, orang hebat. Ke sana tapi saya aja, kiai-kiai nggak usah. Silaturahmi. Karena sebenarnya enggak ada pertentangan, nggak ada kontra. Mereka para ulama di MUI cuma ngomong bahwa yang diwariskan Quran dan sunnah,” kata Opick di Jakarta.Opick mengungkapkan bahwa telah menerima amanah untuk menjaga sehelai rambut Nabi Muhammad SAW dari Dewan Ulama Thariqah Indonesia (DUTI). Untuk mendapatkan amanah tersebut tidak mudah, harus ada persyaratan yang ketat.Opick membacakan pernyataan resmi dari DUTI dan Indonesia yang menitipkan rambut suci tersebut kepada Opick.

  1. Opick sudah merupakan anggota pengurus. (Dewan Ulama Thariqah Internasional) DUTI.
  2. Opick telah berjanji serta bertekad kuat untuk mensyiarkan rasa cinta dan rindu kepada Nabi Muhammad SAW melalui kehadiran rambut suci ini di tengah-tengah ummat nantinya.
  3. Opick bersedia dan mematuhi segala ketentuan yang telah disepakati Dewan Ulama Thariqah Internasional dalam menjaga dan merawat rambut suci sekaligus menjalankan adab dan etika dalam penjagaan rambut suci Nabi Muhammad SAW, sejalan dengan aqidah ahlusunnah wal jamaah serta sesuai tuntunan Alquran dan Hadist.

Amanah tersebut berlaku seumur hidup. Namun bila dikemudian hari keberadaan rambut suci ini tidak terjamin keamanan dan perawatannya, maka DUTI berhak menarik kembali titipan rambu suci tersebit dan dikembali kepada pemegang amana utama yakni DUTI di Istambul Turki.

Komentar

Loading...