Ini Alasan Ratna Sarumpaet Boleh Berbohong

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Ratna Sarumpaet yang menjadi terdakwa kasus penyebar kebohongan yang menimbulkan kegaduhan merasa boleh berbohong. Tokoh yang dikenal sebagai aktivis itu beralasan bahwa dirinya bukan pejabat publik yang harus jujur kepada rakyat.

Ratna menyampaikan hal itu saat menyampaikan kalimat penutup pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (14/5) yang beragendakan pemeriksaan terdakwa. Menurut Ratna, penilaian terhadap pejabat dengan figur publik harus dibedakan.

“Jangan disamakan pejabat publik sama public figure. Saya public figure yang dikenal karena sebagai aktivis karena pekerjaannya,” ujar Ratna di kursi terdakwa.

Hakim Joni yang memimpin persidangan lantas menanyakan maksud Ratna. Sebab, selama ini tak ada yang menganggap Ratna sebagai pejabat publik.

Namun, Ratna berdalih bahwa dirinya sebatas menyampaikan pandangannya bahwa pejabat publik harus jujur kepada rakyat. “Pejabat publik itu tidak boleh salah, tidak boleh bohong, tetapi public figure…,” kata Ratna.

“Public figure boleh bohong?” kata Hakim Joni memotong pernyataan Ratna.

“Boleh. Terima kasih, Yang Mulia,” ujar ibunda Atiqah Hasiholan itu.

Persidangan terhadap Ratna akan dilanjutkan pada Selasa pekan depan (28/5). Agenda sidang selanjutnya adalah pembacaan surat tuntutan oleh jaksa penundud umum (JPU).

Sebelumnya JPU mendakwa Ratna melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana juncto Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45 A Ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dakwaan itu terkait pengakuan Ratna yang mengaku dianiaya di Bandung padahal baru selesai menjalani operasi plastik. (jpc)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...