Kecanduan Minum Obat, Ini Akibatnya!

0 Komentar

FAJAR.CO.ID–Kecanduan obat sakit kepala, masa ada, sih? Anda mungkin tidak menyangka seseorang bisa mengalaminya. Karena biasanya ketika bicara soal kecanduan, yang terbesit di pikiran mungkin soal narkoba, minuman beralkohol, video game.

Konsumsi obat berlebihan picu gangguan kesehatan

Bagaimanapun juga, segala macam jenis obat yang dikonsumsi secara berlebihan, apalagi dalam waktu yang sangat lama, suatu hari nanti bisa merusak organ tubuh. Hal itu pun dibenarkan oleh dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter. Dikatakannya, jika obat yang Anda konsumsi terlalu berlebihan, akan mengalami metabolisme di organ hati serta ginjal.

“Jika seseorang terus-terusan mengonsumsi obat dengan dosis yang tidak dianjurkan, bahkan sudah kecanduan, maka akan memengaruhi fungsi hati dan ginjalnya.” jelas dokter Ega.

Setiap orang memang memiliki ketahanan tubuh yang berbeda. Jika belum merasakan efek samping dari kecanduan obat sakit kepala tersebut, bukan berarti nanti dia akan terbebas dari kerusakan fungsi organ.

“Sisa-sisa zat yang tidak terpakai oleh tubuh akan dibuang oleh ginjal melalui urine. Apabila zat sisa terlalu banyak berada di dalam ginjal, dia bisa mengalami gagal ginjal,” tutur dokter Ega.

Penyebab seseorang kecanduan obat sakit kepala

Pakar medis berkata jika yang dikonsumsi adalah obat sakit kepala ringan, semestinya tidak sampai memberikan efek kecanduan.

Sehingga, ada dugaan yang “bermasalah” di sini adalah orang yang mengonsumsinya, bukan obatnya. Menurut dr. Ega, obat ini termasuk obat pereda nyeri tingkat atas yang dapat menekan pusat nyeri di otak, sehingga sehebat apa pun nyerinya, pasien tidak akan terlalu merasakan.

Tramadol sendiri termasuk golongan opiat (selevel dengan opium) dan berpotensi menyebabkan kecanduan. Dengan demikian, kondisi yang dialami oleh Acep ini mesti diteliti lebih lanjut untuk mengetahui apa yang menyebabkan dirinya “tak bisa hidup” tanpa obat sakit kepala.

8 Makanan Ini Berkhasiat Turunkan Kolesterol

Minum obat sakit kepala saat Anda membutuhkannya dan dilakukan sesuai anjuran dokter, tentu tidak akan membawa efek buruk. Tapi jika sudah sampai pada kecanduan, kebiasaan itu harus dihentikan, karena bisa membawa efek buruk bagi kesehatan. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...