KPPU Awasi Perang Promo Ojek Online di Daerah


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengawas Persaingan Usaha Medan mengawasi perang promo antara penyedia layanan ojek online di daerah, pascapenyesuaian tarif yang ditetapkan Kementerian Perhubungan, karena bisa berpotensi memiliki tujuan tertentu hingga monopoli usaha.Kepala KPPU Kantor Perwakilan Daerah Medan, Ramli Simanjuntak, mengatakan konsumen memang bakal menikmati promo yang diberikan oleh masing-masing pelaku usaha.Menurut mantan Kepala KPPU Makassar ini, terdapat kecenderungan bahwa penyedia jasa ojek online untuk memenangkan persaingan dalam program promo yang jor-joran tersebut, pascahengkangnya Uber, yang kini hanya terdapat dua pemain utama ojek online Grab dan Gojek.Persaingan yang tidak sehat berpotensi pada pelanggaran Undang Undang No.5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.”Ada promo ini pasti konsumen akan menikmati. Ada pilihan-pilihan. Perilaku memberikan promo-promo kalau untuk tujuan menyingkirkan pesaing inilah yang perlu kami teliti dan monitor,” ujarnya, Selasa (14/5/2019).Seperti diketahui, penyesuaian tarif diberlakukan mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan nomor KP 348 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.Dari beleid tersebut, terdapat beberapa komponen yang diatur yakni biaya jasa batas bawah, biaya jasa batas atas, biaya jasa minimal dan zonasi.Sementara itu, dalam pemberlakuan tarif baru ojek online, pengamat menilai, aktivitas ini memicu masih berlangsungnya perang tarif, promo dan diskon antar penyedia layanan ojek online saat ini.

Komentar

Loading...