Legislator Menilai Kerusakan Lingkungan di Malea Bukan Bencana

0 Komentar

FAJAR.CO.ID.MAKALE–Sejumlah anggota Komisi III DPRD Tana Toraja
menuntut pihak PT Malea Energi Hydropower bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di wilayah tempatnya beroperasi

Aktivitasnya dalam pengelolaan air sungai Sa’ an untuk PLTA dinilai penyebab rusaknya sejumlah fasilitas dan lahan pertanian milik warga. Kecamatan terkena dampak kerusakan itu yakni Makale Selatan , Rano , Bonggakaradeng, dan Rembon.

” Air sungai tercemar, pendangkalan dan penyempitan sungai jadi penyebab tidak normalnya kondisi sungai, mestinya pihak perusahaan bertanggung jawab, ini bukan bencana,” ungkap Paulus Paonganan legislator PDIP di sela-sela kunjungan ke lokasi proyek PT Malea, Selasa, (14/5).

Perusahaan itu tengah mengerjakan proyek PLTA dengan kapasitas daya 90 megawatt.

Pihak perusahaan akan mempertimbangkan untuk menormalisasi kerusakan yang terjadi. “Kerusakan akan kita tangani,”singkat M Syakur, manager PT Malea Energy Hydropower. (fkt)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar