Mantan Ketua KPU Makassar Detailkan Kenapa Biaya Pilwalkot Capai Rp80 Miliar


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pernyataan mengejutkan disampaikan Bendahara Golkar Sulsel yang juga tokoh pengusaha Sulsel, Rusdin Abdullah. Rudal, sapaannya, memperkirakan biaya politik yang dihabiskan oleh seorang calon Walikota Makassar 2020 mendatang tak akan kurang dari Rp80 miliar. Sontak, pernyataan itu melahirkan polemik, menjadi viral dan diperdebatkan di warung-warung kopi seantero Makassar. Untuk pertamakalinya, ada seorang pelaku politik sekelas Rudal yang berani menyebutkan besaran angka biaya politik yang sesungguhnya sangat sensitif. Hal ini pun mendapat tanggapan dari Mantan Ketua KPU Kota Makassar, Nurmal Idrus. Menurut Nurmal, secara umum angka tersebut masih terbilang normal. “Sebagai orang yang beberapa tahun terakhir bergelut di dunia konsultan politik dan menjadi komisioner pemilu selama lima tahun di Makassar, saya tergelitik menguji pernyataan itu. Hasilnya, sungguh mencengangkan. Bahkan, angka yang disebutkan Rudal bisa jadi angka minimal,” kata Direktur Nurani Strategic tersebut.Strategi pemenangan Pilkada akan sangat berbeda dengan pemenangan caleg. Di caleg, lanjut Nurmal, bermain sempit dengan TPS terpilih, bisa jadi mampu meloloskan kita ke parlemen asalkan bisa memaksimalkan peluang di TPS sasaran itu. “Tapi di Pilkada, kita tak punya banyak pilihan kecuali bermain di seluruh TPS yang ada. Di Caleg bermain sempit tak jadi masalah karena ada banyaj kursi tersedia, di Pilkada strategi itu tak bisa dipakai karena hanya akan ada satu pemenang,” jelasnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar