Mantan Ketua KPU Makassar Detailkan Kenapa Biaya Pilwalkot Capai Rp80 Miliar


Darimana diperoleh angka itu. Di Makassar, di 2020, akan ada sekitar 2.700 TPS, dengan pemilih dikisaran 900 ribu. Jika di setiap TPS kita menempatkan 5 orang, maka akan 13.500 orang yang disiapkan. “Taruhlah kita bermain di tingkat TPS dalam enam bulan terakhir dan mereka diberi honor Rp 150.000 per bulan, maka diperoleh 13.500 × 6 x 150.000 = Rp 12.150.000.000. Itu belum termasuk biaya tim di 15 kecamatan dengan 153 kelurahan. Jika ditambah dengan angka tim TPS, maka perkiraannya di angka 15 M. Sampai disini, kita sudah harus punya duit Rp50 Miliar,” jelasnya.Untuk bersosialisasi ke pemilih, dibutuhkan berbagai macam merchandise, seperti baju kaos, mug, topi, sarung, dan lain-lainnya. Untuk menghitung pengeluaran di sektor ini, maka kita tinggal menentukan besaran partisipasi pemilih. Rata-rata partisipasi pemilih di Makassar berada di angka 650 – 700 ribu. Artinya, setengah dari angka itu harus menjadi sasaran merchandise atau sekitar 350 ribu item. Taruhlah rata-rata merchandise berharga Rp 50 ribu, maka diperoleh angka 17 M. Sampai di sini duit Rp67 M sudah harus di tangan. Di hari terakhir, terutama jelang pemungutan suara, maka pengeluaran dipastikan akan membengkak. Mulai dari serangan tak terduga di beberapa titik pemilih kritis,  pelatihan saksi dan honor saksi hingga persiapan gugatan hukum. Angkanya tak akan kurang dari Rp 20 M. 

Komentar


KONTEN BERSPONSOR