Pansel KPK Diharap Transparan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan segera menandatangani keputusan, terkait pembentukan panitia seleksi (Pansel) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pansel KPK itu akan diisi oleh akademisi, praktisi, pemerintah, hingga dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pemberantasan korupsi.

Menanggapi hal ini, Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo berharap pansel KPK yang dibentuk pemerintah dapat transparan dalam menjalankan tugasnya, untuk menyeleksi calon pimpinan KPK yang akan dipilih oleh DPR.

“Transparansi tersebut yaitu membuka akses yang luas kepada masyarakat terlibat dalam seleksi, mulai dari pendaftaran hingga proses nama-nama calon diserahkan kepada Presiden. Sehingga anggota pansel mau mendengarkan setiap masukan masyarakat terkait calon yang akan mendaftar,” kata Yudi dalam keterangannya, Selasa (14/5).

Yudi menuturkan, pansel pimpinan KPK mempunyai tanggung jawab yang berat. Sebab KPK pada periode 2019-2023 akan memimpin sekitar 1.500 pegawai KPK untuk memberantas korupsi.

Yudi pun meminta, pansel tidak hanya menunggu pendaftar tetapi juga mau menjemput bola terhadap tokoh nasional, kaum profesional maupun akademisi kampus yang dianggap mumpuni dan kredibel menjadi pimpinan KPK.

“Diharapkan bisa mempunyai prestasi yang lebih baik dari pimpinan-pimpinan periode sebelumnya,” harap Yudi.

Yang terpenting, kata Yudi, pansel pimpinan KPK harus secara ketat mencermati dan mempelajari rekam jejak setiap pendaftar calon pimpinan KPK. Hal ini dilakukan agar tidak ada yang melakukan perbuatan tercela.

Diharapkan, calon yang terjaring mempunyai sifat jujur, memiliki integritas dan moral yang tinggi, memiliki reputasi yang baik serta independen dari pengaruh siapapun.

“Perlu menjadi perhatian serius pansel adalah agar ketika pimpinan KPK yang terpilih nanti siap menghadapi serangan balik koruptor,” tukasnya.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan sejauh ini nama-nama calon anggota pansel KPK yang masuk terdiri dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi hukum, aktivis LSM hingga unsur pemerintah. Nama-nama itu muncul dari masukan berbagai pihak.

Di Lampung Jokowi-Ma’ruf Menang, di Malut Prabowo-Sandi

“Dari banyak, satu-satu kita lihat. Ya kayak lima tahun yang lalu, satu per satu kita lihat ya, minggu ini kita akan tandatangani,” jelas Jokowi usai buka puasa bersama di rumah Ketua DPR Bambang Soesatyo, di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Senin (13/5) malam. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...